Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Gubernur Jabar Dedi Mulyadi : Koperasi Merah Putih untuk Kemandirian Ekonomi Desa 

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi : Koperasi Merah Putih untuk Kemandirian Ekonomi Desa 

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi : Koperasi Merah Putih untuk Kemandirian Ekonomi Desa 

Bekasi, –  Temporatur.com

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam membangun kemandirian ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Merah Putih. Dalam pidatonya, yang du unggah dari auin TikTok KDM, Dedi menyampaikan bahwa koperasi berbasis nasionalisme ini akan melibatkan seluruh kepala desa dan kelurahan di Jawa Barat sebagai bentuk nyata dari penguatan ekonomi desa, (13/5).

“Koperasi ini tidak ada birunya, tidak ada merahnya, tidak ada hijaunya—hanya merah putih. Artinya, koperasi ini murni untuk kepentingan negara. Melalui koperasi ini, hasil produktivitas pertanian desa dapat dijual dan disediakan di satu tempat. Selain itu, koperasi akan menjadi penyalur bantuan pangan non-tunai, menyediakan kebutuhan gizi gratis, hingga memenuhi berbagai kebutuhan dapur masyarakat,” ujar Dedi.

Gubernur Dedi juga menjelaskan bahwa koperasi ini akan memenuhi kebutuhan masyarakat, mulai dari pupuk, obat-obatan di apotek desa, hingga pakaian untuk Hari Raya. Dengan sistem seperti ini, uang akan terus berputar di desa, memperkuat ekonomi lokal yang digerakkan oleh masyarakat sendiri.

Namun, Dedi menggarisbawahi pentingnya integritas dalam pengelolaan koperasi. “Catatan utamanya adalah ketua dan pengurus koperasi harus jujur. Ini tantangan terbesar. Bukan pada biaya notaris atau pendirian koperasi, karena semua itu sudah ditanggung pemerintah provinsi dengan anggaran Rp14 miliar,” tegasnya.

Untuk mencegah penyalahgunaan dana, Dedi mengusulkan agar semua transaksi di koperasi dilakukan secara digital. “Uang tunai itu banyak godaannya. Dengan transaksi digital, semuanya lebih transparan dan mudah dikontrol,” tambahnya.

Program ini ditargetkan selesai bulan ini, di mana semua koperasi di Jawa Barat sudah memiliki akta notaris. Gubernur Dedi berharap inisiatif ini dapat memperkuat fondasi ekonomi desa serta menggerakkan pembangunan berbasis masyarakat secara berkelanjutan.

(ER)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less