Bencana Banjir di Bekasi: Mbah Goen Soroti Moratorium, Penertiban Bangunan Liar, dan Penegakan Kebijakan Lingkungan
Banjir kembali menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kabupaten Bekasi. Kejadian ini dipicu oleh curah hujan tinggi serta kiriman air dari daerah hulu, yang menyebabkan peningkatan volume air di berbagai wilayah. Gunawan, pemerhati lingkungan yang akrab disapa Mbah Goen, menyoroti dampak pembangunan yang tidak terkendali terhadap tata ruang wilayah sebagai salah satu penyebab utama bencana ini.

“Banyak ruang terbuka hijau yang kini berubah menjadi kawasan industri dan perumahan. Akibatnya, daerah resapan air semakin berkurang,” ungkap Mbah Goen,
Ia menekankan perlunya langkah konkret dan keberanian dari semua pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, untuk mengatasi masalah banjir yang terus berulang setiap tahun.
Menurut Mbah Goen, solusi utama terletak pada penegakan kebijakan lingkungan secara tegas. “Pemerintah pusat dan provinsi harus menindak tegas aktivitas yang merusak lingkungan, terutama di daerah hulu yang seharusnya menjadi kawasan hutan lindung dan wilayah hijau,” jelasnya.
Mbah Goen juga mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Bekasi menerapkan moratorium atau penundaan izin pembangunan kawasan industri dan perumahan baru. Ia menilai langkah ini penting untuk memberikan waktu bagi lingkungan agar dapat pulih kembali.
Program normalisasi sungai dan penataan jaringan drainase, menurutnya, juga harus menjadi prioritas utama. “Sungai primer, sekunder, hingga drainase di pemukiman perlu diperbaiki. Penertiban bangunan liar di bantaran sungai juga sangat penting, dan lahan tersebut harus dikembalikan menjadi ruang hijau,” tambahnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Masalah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tugas kita bersama. Jika masyarakat peduli, dampaknya akan sangat signifikan,” ujarnya.
Mbah Goen menegaskan bahwa persoalan banjir di Kabupaten Bekasi sudah berada pada tahap kritis dan membutuhkan penanganan yang cepat serta komprehensif. “Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki. Pemkab Bekasi harus segera bertindak sebelum dampaknya semakin meluas,” tegasnya.
Kita semua berharap langkah konkret segera diambil untuk mengatasi banjir yang terus menjadi ancaman bagi masyarakat.
(Er)















