Tegas !! Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Minta Maaf dan Bongkar Wisata Hibisc Fantasy di Puncak Bogor

Tegas !! Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Minta Maaf dan Bongkar Wisata Hibisc Fantasy di Puncak Bogor
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menghadiri Kegiatan Sinergi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan TNI, Polri, Kejaksaan dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota untuk Jawa Barat Istimewa, di Aula Husni Hamid, Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Karawang, Selasa (4/3/2025) Foto : Aji Baram / Biro Adpim Jabar

Tegas !! Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Minta Maaf dan Bongkar Wisata Hibisc Fantasy di Puncak Bogor

Bekasi, – Temporatur.com

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akhirnya mengambil tindakan tegas dengan membongkar kawasan wisata Hibisc Fantasy yang berlokasi di Puncak, Bogor. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung turun tangan dalam proses tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat setempat.

Dedi Mulyadi mengakui bahwa pembukaan kawasan wisata tersebut melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jaswita telah menimbulkan sungai sungai keurug. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembalikan kawasan Puncak sesuai peruntukannya sebagai wilayah perkebunan dan resapan air.

“Saya minta maaf Pemda Provinsi Jabar, karena melalui BUMD Jaswita membuka areal wisata di kawasan perkebunan. Ini menjadi polemik di mengakibatkan Banjir, apalagi bangunan yang tidak berizin telah kita robohkan saja. Kawasan perkebunan teh bukan untuk didirikan bangunan. Jika melanggar aturan, kita bongkar,” ujar Dedi, melalui akun TikTok-nya, @dedimulyadi71.

Alih fungsi lahan di kawasan Puncak selama ini menjadi sorotan publik, terutama akibat dampak lingkungan seperti pencemaran sungai dan rusaknya lahan perkebunan. Aksi pembongkaran ini diharapkan dapat memulihkan kembali fungsi ekologis kawasan tersebut.

Bacaan Lainnya

Dedi juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawasi aktivitas pembangunan di kawasan Puncak guna mencegah kerusakan lingkungan dan potensi konflik dengan masyarakat.

Langkah tegas ini menuai beragam tanggapan. Meski demikian, mayoritas masyarakat tindakan pemerintah dalam menjaga kelestarian kawasan Puncak sebagai wilayah resapan air dan destinasi wisata berbasis alam yang berkelanjutan.

(Erwin)

Sumber: Detik.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *