TEMPORATUR.COM – Karawang
Dunia pendidikan di Kabupaten Karawang kembali menjadi perhatian serius setelah sejumlah permasalahan di sektor ini mencuat ke permukaan.
Permasalahan tersebut meliputi tidak terealisasinya dana Program Indonesia Pintar (PIP) kepada wali murid, praktik pungutan dengan dalih sumbangan, penjualan buku LKS di sekolah, penahanan ijazah oleh pihak sekolah, hingga insiden tawuran yang melibatkan siswi SMP.
Berbagai pihak menilai, deretan masalah ini mengindikasikan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan di Karawang.
Evaluasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada tenaga pengajar dan kepala sekolah, tetapi juga terhadap pejabat di Dinas Pendidikan setempat.
Selain itu, isu jual beli proyek yang diduga melibatkan oknum Kepala Bidang di Dinas Pendidikan turut menjadi perhatian masyarakat. Isu ini menambah panjang daftar persoalan yang mencoreng dunia pendidikan di Karawang.
Mulyadi, seorang aktivis dari Gerakan Masyarakat Peduli Karawang (GEMPAR), menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ini.
Kondisi dunia pendidikan di Karawang sudah sangat memprihatinkan. Jika terus dibiarkan, hal ini tidak hanya merugikan siswa, tapi juga mencoreng integritas sektor pendidikan.
“Kami mendesak agar pihak-pihak terkait segera melakukan langkah nyata untuk mengatasi persoalan ini, termasuk menyelidiki isu jual beli proyek yang melibatkan oknum di Dinas Pendidikan,” tegas Mulyadi. Minggu (19/01/2025).
Pihak berwenang diharapkan segera mengambil tindakan tegas untuk membenahi sistem pendidikan di Karawang demi menyelamatkan masa depan generasi muda. (Ida)















