Pluralisme dan Natal

Pluralisme dan Natal

Pluralisme dan Natal

Ajariku Pluralisme, tapi tidak dalam kesesatan agar menjadi dalam arti yang sesungguhnya

Bagaimana aku sombong, sedang nabiku berada di tempat yang setara kau pijak, sedang dia jurumu menjulang ke atas.

Bagaimana aku sombong, menyakitimu setara dengan menyakiti nabiku.

Bagaimana aku sombong, terhadap usia agamamu tidak setara dengan agama yang dibawa nabiku

Sombong tentang Tuhan, Nubuat, dan amal shalih? Jika mau jujur, pengetahuan kalian tidak setara dengan pengetahuanku, jauh jauh…

Bacaan Lainnya

Ajariku pluralisme agar kesombongan tidak menutupi hatiku akan kebenaran yang sesungguhnya…

Ajariku pluralisme, suatu kemungkinan cara hidup bersama, sama-sama dalam kebenaran yang bukan menghinakan namun justru memuliakan

Oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil

Sukarami, 27 Desember 2024

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *