Kabupaten Bekasi – Temporatur.com
Army Go To Army Go To School dan Sosialisasi Stop Bullying/ Perundungan di SDN SETIAJAYA 02, Cabangbungin Kabupaten Bekasi, merupakan kegiatan yang bertujuan untuk melindungi generasi muda dari berbagai ancaman negatif, termasuk perundungan dan kenakalan remaja.
Kegiatan digelar pada Senin, 04 Desember 2023, dengan melibatkan petugas dari Koramil 03 Cabangbungin dan Camat Cabangbungin berkolaborasi untuk mengadakan sosialisasi Stop Bullying/Perundungan Anak.Acara tersebut juga dihadiri oleh para siswa dan guru di SDN SETIAJAYA 02.
Giat tersebut tidak hanya fokus pada perundungan, sosialisasi juga membahas beberapa masalah lainnya, seperti bahaya merokok dan pencegahan kekerasan.
Kegiatan tersebut merupakan perwujudan kepedulian Pemerintah Kecamatan dan TNI terhadap keberlangsungan masa depan generasi muda. Asep Buhori, Camat Cabangbungin, menyatakan bahwa perundungan memiliki efek yang sangat berbahaya baik dalam jangka pendek maupun panjang. Efek jangka pendeknya mencakup depresi, penurunan minat belajar, serta kurangnya motivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Sedangkan efek jangka panjangnya termasuk kesulitan dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain dan merasa cemas akan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman sebaya.
Selain itu, Army Go To School dipimpin oleh Bati Tuud Koramil 03 Cabangbungin, Serma Zainal. Program ini merupakan upaya dari TNI untuk mengedukasi generasi muda tentang nasionalisme dan mempersiapkan mereka untuk menjaga eksistensi bangsa. Dalam kegiatan ini, para siswa diajak untuk mempelajari nilai-nilai patriotisme, semangat bela negara, serta pentingnya mencintai tanah air.
Dalam sosialisasi yang dipimpin oleh Bati Tuud Koramil 03 Cabangbungin Serma Zainal menyampaikan materi dengan gaya yang profesional dan mudah dipahami. Mereka menggunakan pendekatan interaktif, seperti cerita inspiratif, permainan peran, dan diskusi kelompok. Harapannya, melalui metode ini, pesan tentang pentingnya menghentikan perundungan dan nilai-nilai nasionalisme dapat diterima dengan baik oleh siswa.
Selain itu, kegiatan Army Go To School juga memberikan pemahaman tentang tugas dan peran TNI dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Melalui program ini, para siswa dapat memahami arti penting menjadi bagian dari bangsa yang kuat dan bermartabat, ujar Serma Zainal.
Asep Buhori menambahkan, terkait dengan temuan hasil penelitian internasional yang menyebutkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan tingkat perundungan tertinggi di dunia, kegiatan sosialisasi Stop Bullying/Perundungan ini sangat penting dilakukan secara berkesinambungan di berbagai sekolah. Langkah konkret seperti ini diharapkan mampu mengubah paradigma dan perilaku anak-anak menjadi lebih bijaksana serta bertanggung jawab.
“Tidak hanya melibatkan TNI, peran aktif guru, orang tua, dan semua elemen masyarakat juga sangat diperlukan dalam mencegah dan menghentikan perundungan. Sinergi antara pihak sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memberikan perlindungan maksimal untuk anak-anak.

“Sosialisasi Stop Bullying/Perundungan dan Army Go To School di SDN SETIAJAYA 02 menjadi bukti nyata bahwa pemerintah dan TNI serius dalam menjaga generasi muda dari ancaman negatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas dari perundungan, tutur Asep.
Dikatakan Asep Buhori bahwa, parasiswa juga diingatkan akan pentingnya saling menghormati, tolong-menolong, dan membangun hubungan persaudaraan yang kuat. Dengan begitu, mereka bisa tumbuh dan berkembang menjadi individu yang percaya diri, berpotensi, serta mampu berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Melalui kerja sama yang solid dan komitmen yang tinggi dari semua pihak terkait, diharapkan kegiatan seperti sosialisasi Stop Bullying/Perundungan dan Army Go To School ini dapat diperluas dan dilaksanakan secara berkesinambungan di seluruh wilayah Indonesia. Hanya dengan bersama-sama, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda dan meneguhkan keberadaan bangsa Indonesia. merupakan kegiatan yang bertujuan untuk melindungi generasi muda dari berbagai ancaman negatif, termasuk perundungan dan kenakalan remaja, tutupnya. (Red)















