KABUPATEN CIREBON – Pilkades merupakan salah satu bentuk pesta demokrasi yang begitu merakyat. Pemilu tingkat desa ini merupakan ajang kompetisi politik yang begitu mengena kalau dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran politik bagi masyarakat. Pada moment seperti ini, masyarakat yang akan menentukan siapa pemimpin desanya selama 6 tahun ke depan.
Seperti halnya di Desa Wotgali Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, saat ini sedang ramai dengan pemilihan kepala desa atau dikenal dengan Pemilihan Kuwu (PILWU).
Kekecewaan dialami oleh beberapa warga Desa Wotgali yang merasa dibohongi oleh salah satu calon kuwu Desa Wotgali karena belum menjadi kuwu saja sudah ingkar janji, apa lagi sudah duduk sebagai Kuwu.
DW warga Desa Wotgali merasa sangat kecewa karena ada salah satu Calon Kuwu menawarkan pembuatan kartu BPJS, tapi nyatanya, BPJS tersebut tidak bisa digunakan/tidak aktif.
“Saya bikin kartu BPJS kepada Calon Kuwu tersebut beberapa bulan yang lalu sebelum pencalonan Kuwu dengan dikenakan biaya tapi nyatanya BPJS tersebut tidak aktif dan harus mengurus ulang kembali” ujarnya saat bincang bincang dengan awak media, Jum’at (13/10/2023).
“Biaya sih gak seberapa bagi yang punya uang, tapi bagi kami nominal tersebut ya sangat berarti,” tuturnya.
Menurutnya, ada juga warga yang membuat Kartu Keluarga dengan dikenakan biaya antara 50rb sampai 200rb oleh calon kuwu tersebut, tapi nyatanya Kartu Keluarga tersebut belum jadi juga.
“Padahal sudah jelas pemerintah sendiri tidak memungut biaya pembuatan kartu keluarga maupun Kartu BPJS. Ini sangat miris sekali, mau mencalonkan kuwu seharusnya membantu malah masyarakat disuruh membayar,” jelasnya.
“Bagaimana mau memimpin masyarakat kalau tidak mau berkorban untuk masyarakatnya sendiri,” pungkasnya.
Sementara Tokoh Masyarakat Desa Wotgali, Hasan menyampaikan, Dalam pemilihan pemimpin desa yang harus diutamakan ialah tentang kapabilitas dari calon-calon pemimpin tersebut.
“Suatu desa tidak hanya dapat dipimpin oleh pemimpin yang bermodalkan kefiguran namun cacat secara intelektual, moral dan sosial,” ungkapnya.
“Pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat sekarang yakni seseorang memiliki akseptabilitas namun ditunjang oleh moral yang baik, memiliki kemampuan yang cukup untuk memimpin dan membimbing masyarakatnya dan juga memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas administratif dan perpolitikan, serta memiliki wawasan yang luas dan pandangan yang luas terhadap perbaikan masyarakat,” tutupnya. (As)















