Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » DPMD Kab.Cirebon Siap Terapkan Aplikasi Digital Transaksi Keuangan Nontunai Desa

DPMD Kab.Cirebon Siap Terapkan Aplikasi Digital Transaksi Keuangan Nontunai Desa

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Kabupaten Cirebon – Jabar || Temporatur.com

Pemeritah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( DPMD ) akan menerapkan sistem aplikasi digital transaksi nontunai untuk pemerintah Desa se Kabupaten Cirebon.

Hal tersebut diungkapkan Kadis DPMD Kabupaten Cirebon Nanan Abdul Manan M.S.i, saat jumpa pers kepada media di Hotel Aston Cirebon, Rabu 19/07/2023.

Kadis DPMD Kabupaten Cirebon Nanan Abdul Manan menjelaskan, terkait dengan adaya kasus Penggelapan pajak Dana Desa dengan Jumlah miliaran rupiah oleh salah satu oknum Kades di Kabupaten Cirebon membuat miris, khususnya kepada penyelenggaraan pemerintahan desa di Kabupaten Cirebon.

Keterangan Gambar : Sebelah kanan ( Dedy Suheri) tengah Nanan Abdul Manan M.S.i Kepala Dinas DMPD Kab. Cirebon

Keterangan Gambar : Sebelah kanan ( Dedy Suheri) tengah Nanan Abdul Manan M.S.i Kepala Dinas DMPD Kab. Cirebon

“Pemeritah pusat telah menggelontorkan ratusan milyar di Kabupaten Cirebon, bahkan mencapai triliunan diseluruh desa di Indonesia, yang bertujuan untuk membangun perekonomian desa, namun pada kenyataannya terjadi kasus yang menghebohkan dan viral terkait penggelapan pajak miliaran rupiah yang terjadi disalah satu desa di Kabupaten Cirebon, ujarnya

“Maka dengan terjadinya penyalahgunaan penggelapan pajak dana desa di Kabupaten Cirebon Dinas DPMPD meluncurkan dan akan menerpkan program digital transaksi keuangan non tunai dengan sistem Siskudes (Sistem Keuangan Desa) di Kabupaten Cirebon, imbuhnya.

Abdul Manan juga memaparkan, bagaimana pihaknya akan berkolaborasi dalam sistem mengintegrasikan aplikasi atau web transaksi non tunai keuangan desa dengan instansi pajak paratama Cirebon dan lainnya, kata Dia.

“Kepala Desa se- Kabupaten Cirebon harus siap mengikuti program keuangan secara digital, agar lebih mudah terkontrol dan praktis dalam merealisasikan anggaran dana desa dalam transaksi keungan.

“Kepala Desa harus menyiapkan Bendahara keuangan / Kaur keuangannya yang mampu mengelola keuangan dengan basis teknologi digital tambahnya.

“Dan DPMD Kabupaten Cirebon juga sudah melakukan koordinasi terkait sosialisasi aplikasi digital dengan KPPP (Kantor Pelayanan Pajak Pratama) untuk mengadakan pendidikan dan latihan (Diklat) bagi seluruh Bendahara keuangan se- Kabupaten Cirebon untuk mempersiapkan sumber daya manusianya dalam manajeman pengelolaan keuangan Desa (Siskudes) digitalisasi keuangan Desa. Pungkasnya. (SS)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Paguyuban di Dua Kecamatan di Kabupaten Sumenep Sepakat dukung Paslon No. Urut 02

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Ketua Paguyuban di Dua Kecamatan Sepakat dukung Paslon No. Urut 02

  • Keterangan foto: Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan sambutan di acara Halalbihalal Aliansi Ormas Bekasi, Senin,21/04/2025

    Aliansi Ormas Bekasi Komitmen Mendukung Ciptakan Iklim Investasi aman dan kondusif di Kabupaten Bekasi

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Aliansi Ormas Bekasi Komitmen Mendukung Ciptakan Iklim Investasi aman dan kondusif di Kabupaten Bekasi

  • Perubahan Regulasi TKDN Bisa Dorong Keberlanjutan Produksi Manufaktur Domestik

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Perubahan Regulasi TKDN Bisa Dorong Keberlanjutan Produksi Manufaktur Domestik

  • Petani Pengelola Lahan Balai  Benih Kecamatan Pebayuran,  Keluhkan Kebijakan  UPTD yang Tak Berpihak

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    PETANI PENGELOLA

    Sejumlah petani penggarap yang mengelola lahan Balai Benih di Kampung Tambun, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan pemberhentian sementara pengelolaan lahan yang diterapkan oleh UPTD Balai Benih. Kebijakan ini dianggap tidak disertai dengan musyawarah yang memadai dan pemberitahuan yang jelas, sehingga menimbulkan kesan seperti pemecatan tanpa alasan yang sah.

    Dalam pertemuan yang digelar hari ini, Dede, perwakilan dari UPTD Balai Benih Karangharja, menjelaskan bahwa keputusan pemberhentian sementara tersebut diambil sebagai langkah antisipasi akibat pemberitaan yang viral di media. Namun, kebijakan ini tidak memberikan kejelasan bagi petani terkait nasib mereka ke depan, dan tidak melibatkan komunikasi yang baik antara pihak UPTD dan penggarap.

    Selain itu, petani juga mengeluhkan tingginya harga pupuk non-subsidi yang membebani mereka, seperti Pupuk Urea Petro N 46% yang dijual seharga Rp 8.500 per kilogram dan Pupuk PHONSKAH seharga Rp 7.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga pupuk bersubsidi yang biasanya dijual dengan harga sekitar Rp 2.250 hingga Rp 2.500 per kilogram. Para petani pun menuntut penjelasan mengenai alasan mereka tidak dapat membeli pupuk subsidi meskipun terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

    Masalah lainnya yang dikeluhkan oleh para petani adalah penetapan harga gabah yang ditawarkan oleh Balai Benih yang dianggap terlalu rendah dibandingkan dengan harga pasar. Hal ini semakin memperburuk kondisi ekonomi para penggarap yang merasa dirugikan. Petani juga menyatakan kesiapan mereka untuk menerima rencana retribusi atau bagi hasil, asalkan pihak UPTD Balai Benih memberikan transparansi dalam pengelolaan dan pelaksanaannya. Para petani menegaskan bahwa mereka siap menerima retribusi sebesar Rp 1.500 per kilogram, namun menolak jika besaran retribusi ditetapkan sebesar Rp 3.000 per kilogram, karena dianggap terlalu memberatkan.

    “Kami selaku pengharap siap terkait dengan cara bagi hasil atau rencana retribusi, namun itu pun jika retribusinya Rp 1.500 per kilogram. Jika ditetapkan Rp 3.000 per kilogram, kami keberatan. Lantas, kami dapat apa jika retribusi sebesar itu? Kami harap pihak UPTD Balai Benih Karangharja dapat lebih transparan dalam kebijakan yang diterapkan dan memberikan penjelasan yang jelas mengenai pengelolaan yang dilakukan,” ungkap para petani.

  • Isigame Ikut Berkontribusi Mengembangkan Industri Game Lewat Layanan Top Up di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Isigame Ikut Berkontribusi Mengembangkan Industri Game Lewat Layanan Top Up di Indonesia

  • Foto : Dok. Temporatur.com

    BPJS Tak Kunjung Aktif, Warga Karangbahagia Kritis Lawan Penyakit dan Tembok Birokrasi

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    BPJS Tak Kunjung Aktif, Warga Karangbahagia Kritis Lawan Penyakit dan Tembok Birokrasi

expand_less