Teporatur.com, SURABAYA – Kekecewaan mendalam disuarakan warga sekaligus pewarta Bhirawanews.id menyusul pernyataan yang dinilai kurang beretika, menjatuhkan marwah dan profesi, serta merendahkan kehormatan sebagai seorang jurnalis yang dilontarkan seorang Ketua RW di lingkungan Banyu Urip. Ucapan itu disampaikan di hadapan para pejabat pemerintahan, petugas Satpol PP, dan puluhan warga yang hadir di lokasi. Secara spesifik, Ketua RW tersebut menuduh Kabiro Bhirawanews.id sebagai wartawan gadungan, serta menyebar tuduhan tidak benar yang menyudutkan profesi jurnalistik. Padahal kehadiran awak media di lokasi semata-mata menjalankan fungsi kontrol sosial dan pengawasan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Ucapan Terlalu Jauh, Rendahkan Marwah Profesi Saksi mata sekaligus pihak yang dirugikan menyatakan sangat kecewa dengan pemilihan kata yang diucapkan sebagai Ketua RW tersebut. Apalagi hal itu disampaikan di hadapan Kasie Trantib Kelurahan Banyu Urip dan Darmo, petugas Satpol PP, serta warga luas. “Saya selaku warga Banyu Urip sangat kecewa. Kata-kata yang diucapkan kurang berpendidikan, sengaja menjatuhkan dan merendahkan […]
Tag: #wartawan
FPWI dan DEPRINDO Sepakat Bangun Perumahan Khusus Wartawan
Forum Penulis dan Wartawan Indonesia (FPWI) jalin sinergitas dengan Developer dan Properti Indonesia (DEPRINDO) bersepakat membangun sinergi untuk mewujudkan program perumahan khusus bagi wartawan. Pertemuan antara kedua organisasi ini berlangsung hangat di Kantor Pusat FPWI di bilangan Jl. Dr Ratna, Jatiasih, Kota Bekasi pada, Sabtu (09/08/2025) siang.
Pemerintah Perlu Perhatikan Kesejahteraan Wartawan di Era Digital
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam industri jurnalistik. Wartawan kini menghadapi tantangan berat dalam menjalankan tugasnya, termasuk persaingan dengan platform digital yang semakin dominan dan penurunan pendapatan dari iklan dan langganan. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperhatikan kesejahteraan wartawan dan mencari solusi untuk membantu mereka beradaptasi dengan perubahan zaman.
Melindungi Wartawan: Jangan Biarkan Mereka Jadi ‘Pahlawan’ yang Terlupakan
Dalam era demokrasi yang katanya “bebas”, kita menemukan paradoks yang menarik. Di satu sisi, kita memiliki Undang-Undang Dasar 1945 yang menjamin kebebasan pers dan hak untuk berkomunikasi. Namun, di sisi lain, wartawan masih menghadapi ancaman, kekerasan, dan intimidasi dalam menjalankan tugasnya.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.























