Menjelang HUT Ke-81: Merdeka Di Atas Kertas, Belum Tentu Di Hati Rakyat Oleh: Irpan, Kaperwil Kaltim Temporatur.com,Penajam – Menjelang hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, ketika seluruh bangsa bersiap mengibarkan bendera Merah Putih dan melantunkan lagu kebangsaan, pertanyaan besar kembali menggema di benak kami: Apa sebenarnya arti kemerdekaan itu? Apakah hanya tanggal yang diperingati setiap tahun dengan upacara dan hiasan bendera, atau sebuah kenyataan yang benar-benar bisa dirasakan oleh setiap jiwa bangsa ini? Dulu, ketika Belanda menjajah negeri ini, mereka meninggalkan jejak yang tak bisa dipungkiri: gedung-gedung menjulang kokoh, hutan-hutan terjaga rimbun, sungai-sungai mengalir jernih tanpa terganggu. Kini, setelah 81 tahun merdeka, apa yang kita saksikan? Gedung-gedung belum selesai sudah roboh, hutan-hutan dibabat habis hingga gundul, sungai-sungai digali dan diuruk tanpa henti demi keuntungan segelintir pihak. Apakah ini wajah kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan dahulu? Kemerdekaan untuk siapa, jika rakyat yang seharusnya menjadi pemilik negeri ini justru merasa […]
Tag: Lingkungan Hidup
WALHI Menilai Proyek Program Kementerian Lingkungan Hidup PSEL Dipaksakan dengan Narasi Menyesatkan
JAKARTA, TEMPORATUR.COM Pernyataan Menko Pangan Zulkifli Hasan yang memberi ultimatum dua pekan untuk mempercepat proyek PSEL di Makassar dan klaim Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat bahwa fasilitas pembakaran sampah akan “seindah mall” menunjukkan bagaimana pemerintah terus memaksakan teknologi pembakaran sampah sebagai solusi tunggal pengelolaan sampah nasional. Dalam keterangan rilisnya WALHI menilai narasi tersebut menyesatkan publik dan menutupi fakta bahwa PSEL merupakan teknologi mahal, berisiko tinggi, mencemari lingkungan, serta berulang kali menunjukkan kegagalan operasional dan beban keuangan negara. WALHI secara tegas telah berungkali menyampaikan bahwa krisis sampah tidak dapat diselesaikan dengan teknologi hilir. Pengunaan PSEL justru menciptakan masalah baru berupa emisi berbahaya, abu beracun, ketergantungan terhadap pasokan sampah dalam jumlah besar, serta membebani anggaran publik dalam jangka panjang. Karena itu, WALHI secara tegas menolak percepatan proyek-proyek PSEL di Indonesia, termasuk di Makassar, Surabaya, Solo, Jakarta, Medan dan kota-kota lain yang sedang atau akan didorong mengadopsi teknologi serupa. Wahyu Eka Styawan, […]
Inilah Tanggapan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup terkait Insiden Kebakaran TPA Jatiwaringin
TANGGERANG, Temporatur.com Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Kami memahami kekhawatiran masyarakat, khususnya terhadap dampak asap dan penurunan kualitas udara. Sebagai bentuk respons cepat, KLH/BPLH telah menerjunkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan, mengawal proses mitigasi, dan memastikan penanganan berjalan sesuai protokol keselamatan. KLH/BPLH juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang yang telah bekerja sejak awal kejadian, serta kepada BNPB yang memperkuat operasi pemadaman melalui dukungan personel dan water bombing. Atas arahan Menteri LH/Kepala BPLH, Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, serta Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) turun langsung meninjau lokasi guna memastikan penanganan berjalan optimal serta memperkuat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, BNPB, Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, dan seluruh instansi terkait. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan Status […]
Menteri LH Jumhur Ingatkan Pengusaha Jangan Serakah dan Rusak Lingkungan
JAKARTA, Temporatur.com Di tengah upaya Indonesia mempercepat pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan hidup tidak boleh dipandang sebagai penghambat investasi, melainkan sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan. Hal tersebut ditegaskan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, saat menjadi narasumber utama dalam acara “Investor Daily Round Table: Green is The New Growth: Orkestrasi Pengelolaan Lingkungan dan Pembiayaan Hijau untuk Pembangunan” di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/06/26). Pada diskusi yang dimoderatori oleh Enggartiasto Lukito tersebut, Menteri Jumhur mengingatkan para pengusaha agar tidak serakah dan tidak mengorbankan kelestarian lingkungan demi keuntungan semata. Sebagai contoh, Menteri Jumhur menjelaskan, apabila seorang pengusaha dari industri ekstraktif memperoleh keuntungan sebesar satu triliun rupiah dari kegiatan usahanya di satu wilayah konsesi, kemudian harus mengeluarkan seratus hingga dua ratus miliar rupiah untuk memperbaiki kerusakan lingkungan di kawasan tersebut, maka biaya itu tidak boleh disebut sebagai kerugian. “Jangan bilang rugi, tapi bilang saya tetap […]
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.














