Hukum, Kriminal, Sosial

Ketua Umum PPDI: Tindakan Main Hakim Sendiri terhadap Anak Disabilitas di Karawang Tak Bisa Dibenarkan

KARAWANG – Temporatur.com Seorang anak laki-laki berusia 15 tahun yang mengalami disabilitas mental asal Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengalami luka serius hingga koma setelah dikepung dan dihakimi massa di Dusun Ondang 1, RT 006 RW 003, Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, pada Selasa malam (4/11). Korban tiba di Unit Gawat Darurat RSUD Karawang pada pukul 04.00 dini hari Rabu (5/11) dengan kondisi luka berat, khususnya di bagian kepala. Pihak dinas sosial setempat mendapatkan laporan keberadaan korban dan langsung menangani. “Terlepas dari dia maling atau tidak, dia adalah anak disabilitas mental. Kenapa harus dihakimi sampai separah itu?” kata ‎Asep Riyadi, Pekerja Sosial Ahli Pertama dari Dinas Sosial Kabupaten Karawang. Menurut Asep, korban merupakan anak yatim piatu yang hingga kini diasuh oleh ibu dan kakak angkat. Ia juga menjelaskan bahwa tahun lalu pernah mengevakuasi anak itu di Pasar Cikampek ketika ditemukan berjalan tanpa busana, kemudian dibawa ke rumah singgah sebelum dibawa ke […]

Hukum & Kriminal, Berita

Kekerasan Terhadap Jurnalis Kembali Terjadi di Karawang, Riandi Hartono Jadi Korban Pengeroyokan Saat Meliput Dugaan Penjualan Obat Terlarang

Kekerasan Terhadap Jurnalis Kembali Terjadi di Karawang, Riandi Hartono Jadi Korban Pengeroyokan Saat Meliput Dugaan Penjualan Obat Terlarang Karawang, – Temporatur.com Selanjutnya48 Personel Berprestasi Diguyur Penghargaan, Polres Pagar Alam Ikuti Apel Kapolda Sumsel Secara VirtualDunia jurnalistik kembali dikejutkan oleh tindakan kekerasan terhadap wartawan. Riandi Hartono, jurnalis dari media teropongrakyat.co, menjadi korban penganiayaan brutal saat meliput dugaan peredaran obat-obatan terlarang jenis golongan G di sebuah toko di Jalan Singasari, Karawang Kulon, Karawang Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin siang (4/8/2025), ketika Riandi tengah menjalankan tugas jurnalistik untuk menggali informasi dan mewawancarai pemilik toko. Namun, aktivitasnya justru berujung pada aksi kekerasan. Riandi diduga dikeroyok oleh pemilik toko berinisial ADI, serta sejumlah preman yang disebut-sebut dikendalikan oleh oknum TNI berinisial A-N. Akibat insiden tersebut, Riandi mengalami luka fisik berupa lecet di punggung, luka berdarah di paha dan kaki, serta nyeri hebat di bagian kepala. Ia telah melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres […]