Prabumulih – Temporatur.com, “Dulu kami terbebani tagihan, kini kami memanen harapan.” Kutipan puitis itu meluncur dari bibir Suhartini (45), Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati. Siang itu, matahari sedang terik saat tangan ibu-ibu KWT sibuk mengaduk adonan kue kering di Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas. Namun, terik matahari kini tak lagi membuat mereka kepanasan, melainkan mendatangkan cuan. SelanjutnyaUU Keterbukaan Informasi Publik Diabaikan, Bungkam Pejabat Humas DPRD Depok Diduga Adanya Mafia Anggaran Rilis Media Rp 1 Miliar LebihKWT Melati yang beranggotakan 30 orang perempuan ini kini mampu menghasilkan Rp8 juta per bulan dari usaha tersebut. Namun, pencapaian ini tak selalu berjalan mulus. Masih lekat di ingatan ibu-ibu KWT Melati saat produksi kue kerap lumpuh total karena aliran listrik yang tak menentu di desa mereka. Pesanan menumpuk, padahal adonan sudah terlanjur jadi dan tenggat pengiriman semakin dekat. SelanjutnyaPengadilan Negeri Cikarang Kembali Gelar Sidang Lapangan Sengketa Lahan PT Arrayan […]
Tag: Dari Dapur Kue hingga Meja Belajar
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.











