Driver Mercedes Valtteri Bottas memenangi seri pembuka Formula 1 2019 dalam Grand Prix Australia. Berikut klasemen pebalap usai race tersebut. Di Sirkuit Melbourne Park, Australia, Minggu (17/3/2019), Bottas menjadi yang tercepat dengan waktu 1 jam 25 menit 27.325 detik, unggul 20,8 detik dari rekan setimnya di Mercedes Lewis Hamilton. SelanjutnyaOptimalkan Kinerja dan Pajak, Kecamatan Binakal Bentuk 9 Tim Satgas DesaHamilton sendiri finis kedua, meski memulai balapan dari posisi terdepan. Di tempat ketiga ada driver Red Bull Max Verstapen, disusul duo Ferrari Sebastian Vettel dan Charles Leclerc yang mengunci posisi lima besar. SelanjutnyaTerdakwa Suap Ijon Proyek Bekasi Ungkap Fee Rp11,4 Miliar untuk Bayar Utang Politik BupatiSementara Bottas pun memimpin klasemen pebalap dengan 26 poin. Driver asal Finlandia itu mendapat tambahan satu poin usai juga berhasil menorehkan waktu lap tercepat dalam balapan kali ini. Aturan baru F1 sendiri akan memberi peraih waktu lap tercepat dalam posisi 10 besar tambahan satu angka. Post […]
Sejarah, – Temporatur.com || Musuh terberat dari idealisme bukanlah tiran yang kejam, melainkan godaan kenyamanan. Sejarah Indonesia mencatat satu nama yang membuktikan betapa rapuhnya integritas manusia ketika disodorkan kekuasaan: Soe Hok Gie. Ia adalah potret seorang intelektual yang kawan-kawannya dulu berdarah-darah meneriakkan keadilan di jalanan, namun mendadak buta dan tuli ketika sudah duduk di kursi empuk berfasilitas negara. Di tengah parade kemunafikan itu, Gie secara sadar memilih jalan yang paling menakutkan bagi kebanyakan orang: Jalan Sunyi. Ini adalah kisah tentang harga mahal sebuah prinsip, yang dibayar tuntas dengan nyawa di pelukan Mahameru. Bibit Pemberontak dari Bangku Sekolah SelanjutnyaOptimalkan Kinerja dan Pajak, Kecamatan Binakal Bentuk 9 Tim Satgas DesaLahir pada 17 Desember 1942 di Jakarta, Gie bukanlah anak muda biasa. Tumbuh di keluarga keturunan Tionghoa yang dekat dengan literasi, masa kecil Gie dihabiskan dengan melahap pemikiran Karl Marx, Mahatma Gandhi, hingga Pramoedya Ananta Toer. Dari sanalah, pemahaman tentang hak asasi manusia […]
Berita Terbaru
Kategori: Olahraga
Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal
Jakarta – Indonesia berhasil mengalahkan Kamboja 2-0. Sempat buntu di babak pertama, Luis Milla mengubah taktik dan berbuah hasil. Bermain di Stadion Shah Alam, Malaysia, Kamis (24/8/2017) sore WIB, Luis Milla kembali menurunkan formasi andalal 4-2-3-1. Dengan target meraih kemenangan 3-0 atas Kamboja demi mengamankan tike ke semifinal. Marinus Maryanto Wanewar dimainkan sejak menit pertama. Marinus disokong oleh Septian David Maulan yang tepat ada di belakang. Sementara itu, Osvaldo Haay dan Saddil Ramdani bertugas sebagai penyisir sisi kanan dan kiri. Post Views: 153










