Antisipasi DBD Puskesmas Kedungwaringin Lakukan Fogging

Antisipasi DBD Puskesmas Kedungwaringin Lakukan Fogging

Antisipasi DBD Puskesmas Kedungwaringin Lakukan Fogging

Kabupaten Bekasi- Temporatur.com

Untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Puskesmas Kedungwaringin mengadakan kegiatan Pengasapan di sekitar rumah warga di Kampung Kandang, Desa Karang Mekar, Kabupaten Bekasi. Fogging dilakukan pada Rabu pagi tanggal 22 Oktober 2024.

Dengan fokus pada lokasi dalam radius tertentu. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menekan penyebaran DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Fogging dilakukan dengan fokus pada area di sekitar rumah warga dalam radius 100 meter, karena nyamuk hanya dapat terbang maksimal sejauh itu. Proses ini bertujuan untuk memberantas nyamuk dewasa yang kemungkinan baru melewati masa pertumbuhan mereka, namun belum pada tahap jentiknya. Dalam delapan hari, jentik nyamuk dapat berubah menjadi nyamuk dewasa, sehingga langkah pemberantasan perlu dilakukan secara tepat waktu.

Dr. H. Ahmad Hidayat Kepala Puskesmas Kedungwaringin menyampaikan bahwa pihaknya selalu melakukan fogging di wilayah Desa Karang Mekar, khususnya di Kampung Kandang RT 09/04, jika ditemukan angka jentik nyamuk yang rendah atau terjadi penularan DBD antar individu, ujarnya.

Bacaan Lainnya

“Namun, penting untuk diingat bahwa pemerintah melarang pelaksanaan fogging focus terlalu sering, karena hal ini dapat menyebabkan resistensi nyamuk terhadap insektisida, pencemaran lingkungan, serta keracunan insektisida pada manusia,tambahnya

“Apabila hasil penyelidikan epidemiologi tidak memenuhi kriteria yang disebutkan, maka fogging focus tidak akan dilakukan. Sebagai alternatif, Puskesmas akan melanjutkan dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pemberian abate, dan penyuluhan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan warga dan mencegah penyebaran DBD di wilayah Kedungwaringin .

“Dengan demikian, kegiatan fogging yang dilakukan oleh Dinkes Puskesmas KedungWaringin merupakan langkah preventif yang penting dalam upaya pencegahan penyebaran DBD. Semua langkah tersebut diambil demi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, serta untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari nyamuk pembawa penyakit, pungkasnya.**

(Umpah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *