ChiMa Awards 2026 Jadi Pemacu Inovasi Pelayanan Publik Kota Cimahi
- account_circle Andi Setiawan
- calendar_month 11 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEMPORATUR.COM
CIMAHI — Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) menggelar puncak penganugerahan Cimahi Motekar Awards (ChiMa) 2026 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, Kamis (8/10/2026).
Ajang tahunan tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus pemacu bagi perangkat daerah, aparatur sipil negara (ASN), tenaga pendidik, hingga unit pelayanan publik untuk terus melahirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Penyelenggaraan ChiMa 2026 merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Cimahi dalam memperkuat ekosistem inovasi, mendorong tata kelola pemerintahan yang responsif, sekaligus membangun budaya inovasi di berbagai sektor.
Tahun ini menjadi pelaksanaan keenam ChiMa sejak pertama kali digelar pada 2021.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, inovasi dalam pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan bukan sekadar tren, melainkan menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan yang responsif, transparan, dan efisien bagi masyarakat.
Inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan bukanlah sekadar tren, melainkan pilar utama dalam menghadirkan pelayanan prima yang responsif, transparan, dan efisien bagi masyarakat, ujar Ngatiyana.
Menurutnya, komitmen terhadap inovasi tersebut tercermin dari meningkatnya capaian inovasi Kota Cimahi. Pada 2026, sebanyak 305 usulan inovasi berhasil dihimpun, dengan 207 inovasi di antaranya dikirimkan kepada Kementerian Dalam Negeri untuk mengikuti Innovative Government Awards (IGA).
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 171 inovasi. Artinya, terdapat tambahan 36 inovasi atau meningkat sekitar 21 persen.
Sementara itu, nilai Indeks Kematangan Inovasi berdasarkan hasil penilaian mandiri juga mengalami peningkatan dari 84,5 menjadi 91,16, atau naik sekitar 7,9 persen.
Capaian tersebut menjadi modal bagi Kota Cimahi untuk mengejar target masuk 10 besar nasional dalam IGA 2026. Meski demikian, Pemkot Cimahi menegaskan bahwa kualitas dan dampak inovasi tetap menjadi perhatian utama, bukan sekadar mengejar jumlah inovasi.
Dengan modal kematangan ini, target Kota Cimahi untuk menembus 10 besar di antara kota-kota lainnya pada IGA 2026 semoga dapat kita wujudkan bersama, kata Ngatiyana.
Enam Kelompok Kompetisi
ChiMa Awards 2026 mengalami pengembangan dengan menghadirkan enam kelompok kompetisi, yakni perangkat daerah; UPTD/BLUD/Puskesmas/Kelurahan; guru dan tenaga pendidik; Janji Politik Terinovatif; ASN laki-laki terinovatif; serta ASN perempuan terinovatif.
Penetapan 18 finalis dilakukan melalui formulasi penilaian yang mempertimbangkan kontribusi inovasi terhadap keseluruhan inovasi Kota Cimahi serta tingkat kematangan inovasi.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, ChiMa 2026 juga diintegrasikan dengan pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID) untuk mendukung keikutsertaan Kota Cimahi dalam IGA.
Dengan integrasi tersebut, kompetisi tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong kontribusi inovasi terhadap capaian pembangunan daerah.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemkot Cimahi juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan ekosistem inovasi, khususnya bagi inovator nonpemerintah dan inovasi berbasis masyarakat.
Dukungan kemitraan antara lain diperoleh dari Bank BJB Cabang Kota Cimahi dan The Local Enablers (TLE).
Ke depan, BAPPERIDA merekomendasikan sejumlah langkah penguatan, di antaranya regulasi inovasi melalui payung hukum yang lebih kuat, peningkatan inovasi dari level teknis menuju program dan strategi kebijakan yang berdampak sistemik, serta integrasi inovasi dengan cascading pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
Inovasi harus ditingkatkan ke level program dan strategi agar dampaknya dirasakan langsung pada kesejahteraan publik, tegas Ngatiyana.
Melalui ChiMa Awards 2026, Pemkot Cimahi menegaskan bahwa inovasi tidak berhenti pada kompetisi dan penghargaan. Inovasi diarahkan menjadi bagian dari cara kerja pemerintahan sekaligus instrumen untuk menghasilkan pelayanan publik dan pembangunan daerah yang semakin berdampak bagi masyarakat.
Daftar Pemenang ChiMa Awards 2026
Kelompok Peserta 1 – Perangkat Daerah
Juara I: Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi
Juara II: Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi
Juara III: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cimahi
Kelompok Peserta 2 – Puskesmas/UPTD/BLUD/Kelurahan
Juara I: UPTD Puskesmas Melong Tengah Kota Cimahi
Juara II: UPTD Puskesmas Cimahi Utara Kota Cimahi
Juara III: UPTD Cimahi Techno Park
Kelompok Peserta 3 – Guru dan Tenaga Pendidik
Juara I: Lucky Taufik Sutrisno, S.Pd., M.Pd. dari SDN Baros Mandiri 4 Kota Cimahi
Juara II: Yuni Arisandi Sanmas, S.Pd., Mce., Zahra Aisyah Sofwah, dan Aqillah Aradea Erwita Putri dari SMP Plus Nurul Aulia Kota Cimahi
Juara III: Sandi Sopandi, S.Pd., M.Pd. dari SDN Rancabentang 3 Kota Cimahi
Kelompok Peserta 4 – Janji Politik Terinovatif
Juara I: Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi
Juara II: Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Cimahi
Juara III: Dinas Pendidikan Kota Cimahi
Kelompok Peserta 5 – ASN Laki-laki Terinovatif
Juara I: drh. Muhammad Faiz Labib
Juara II: drh. Irfan Fazar Ramadhan
Juara III: Riko Aldi, A.Md.Kep.
Kelompok Peserta 6 – ASN Perempuan Terinovatif
Juara I: Ratna Manik, S.Keb.
Juara II: dr. Ruth Risnianthy (In Memoriam)
Juara III: Mira Nurmeita Gantini, S.P.,
M.P.
( Andi )
- Penulis: Andi Setiawan


Saat ini belum ada komentar