Tim COD LSM Sniper Indonesia Soroti Proyek BBWS Tanpa Papan Kegiatan
Kegiatan Brojong atau Gabion Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum di Kp. Lewi dituduh kurang transparan karena tidak ada papan proyek kegiatan di desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Pemasangan batu kali dengan menggunakan kawat ram sebagai struktur penahan longsor atau penguat tepi sungai yang disebut sebagai bronjong atau gabion.
Tim COD LSM Sniper Indonesia melakukan investigasi langsung ke lokasi kegiatan tersebut dan menemukan bahwa para pekerja tidak menggunakan alat Keselamatan Kesehatan Kerja (K3).
Ozos, salah satu anggota tim COD, menegur pihak pelaksana di lapangan agar para pekerjanya menggunakan alat K3 sesuai dengan peraturan yang mengatur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia. Hal ini penting karena keselamatan pekerja merupakan prioritas utama dalam proyek konstruksi.
Setelah teguran dari tim COD, pekerja proyek akhirnya membeli peralatan K3 dan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Ini penting untuk melindungi diri dari cedera dan kematian, meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya yang timbul akibat kecelakaan, serta mematuhi kewajiban hukum.
Namun, masih terdapat masalah ketika papan informasi kegiatan tidak terpampang di lokasi kegiatan. Hal ini menimbulkan keraguan tentang keterbukaan publik dalam pelaksanaan proyek tersebut. Pasal Keterbukaan Informasi Publik dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) menyatakan bahwa setiap informasi publik bersifat terbuka.
“Transparansi dan keterbukaan informasi sangat penting dalam setiap kegiatan konstruksi. Penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar demi keselamatan dan kesejahteraan semua pekerja yang terlibat. Semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan proyek berjalan lancar dan aman bagi semua,” ujar Ozos, Rabu 26/08/2025.
Hendra pihak pelaksana saat dikonfirmasi media mengatakan bahwa papan informasi kegiatan tidak ada, karena anggaran berjalan dan bukan pihak ke-3 yang mengerjakan proyek penanganan Tanggul Kritis ini.
” proyek ini tidak ada papan informasi ini langsung dari kantor BBWS, kata Hendra.
(DG)















