Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Dua Bakal Calon Kades Banjarsari Minta Panitia Transparan Memverifikasi Berkas

  • account_circle Moch. Daentlg
  • calendar_month 55 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dua Bakal Calon Kades Banjarsari Minta Panitia Transparan Memverifikasi Berkas

SUKATANI, BEKASI — TEMPORATUR. COM

Proses verifikasi dokumen bakal calon Kepala Desa Banjarsari, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, kini menjadi sorotan. Dua dari tiga bakal calon mendesak Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) untuk menjamin pemeriksaan berkas persyaratan berjalan secara transparan, objektif, dan sesuai aturan yang berlaku.

Sanan, salah satu bakal calon, menegaskan bahwa panitia tidak boleh sekadar memeriksa kelengkapan administrasi di atas kertas. Ia meminta panitia memastikan keabsahan setiap dokumen melalui proses verifikasi faktual yang resmi.

“Harapan saya, verifikasi dilakukan secara terbuka dan ketiga bakal calon mendapatkan perlakuan yang sama.

Jika ada dokumen yang dipersoalkan, harus dibuktikan melalui mekanisme resmi,” kata Sanan saat diwawancarai, Jumat (28/8).

Senada dengan Sanan, Samin selaku tim sukses dari kandidat lainnya membenarkan adanya isu mengenai kekurangan kelengkapan berkas milik salah satu calon.

Ia meminta panitia bersikap akurat, jelas, dan tegas dalam mengambil keputusan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Kendati demikian, rumor mengenai kekurangan berkas tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui verifikasi resmi.

Keabsahan dokumen mutlak ditentukan oleh hasil pemeriksaan panitia, bukan berdasarkan klaim sepihak.

Masyarakat kini berharap Panitia Pilkades Banjarsari segera memberikan kejelasan, terutama terkait dokumen riwayat pendidikan yang tengah menjadi sorotan, guna meredam spekulasi yang berkembang di ranah publik.

H. Adul Belum Berhasil Dikonfirmasi

Di sisi lain, bakal calon kepala desa lainnya, H. Adul, belum berhasil dikonfirmasi maupun dimintai klarifikasi hingga berita ini diturunkan.

Konfirmasi tersebut sedianya diperlukan untuk menanggapi isu riwayat pendidikan dan keabsahan dokumennya yang dipertanyakan oleh pihak lain.

Upaya meminta keterangan kepada H. Adul terus dilakukan demi memenuhi prinsip keberimbangan serta kode etik jurnalistik. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang bersangkutan.

(M.Daeng)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less