Siap Mengabdi, Guru Honorer Sekaligus Ustadz Mahdi Wahyu Maju di Pilkades Sukawijaya 2026
BEKASI – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukawijaya, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi untuk periode 2026–2034 dipastikan akan berlangsung dinamis. Panggung demokrasi tingkat desa ini resmi diramaikan oleh figur religius dan merakyat, Ustadz Mahdi Wahyu, yang menyatakan kesiapannya untuk maju bertarung.
Pria yang berdomisili di Kampung Pulo Murub, Desa Sukawijaya ini, membawa modal sosial yang kuat. Selain aktif sebagai pendakwah, ia juga mendedikasikan hidupnya sebagai guru honorer.
Langkah politik ini diakuinya lahir dari panggilan jiwa untuk membawa perubahan nyata tanah kelahirannya.
“Saya terketuk dari hati yang paling dalam untuk mengayomi masyarakat. Saya ingin bersama-sama warga membawa Desa Sukawijaya menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Ustadz Mahdi Wahyu kepada media, Jumat (31/07/2026).
Dalam pencalonannya, Ustadz Mahdi mengusung visi besar, yakni “Terwujudnya Desa Sukawijaya yang Maju, Sejahtera, Mandiri, Religius, Transparan, Berdaya Saing, dan Berlandaskan Semangat Gotong Royong.
Fokus Program
Tata Kelola, Ekonomi, dan InfrastrukturIa menyadari bahwa membangun desa tidak bisa dilakukan secara instan atau sendirian.
Kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama.
“Dengan keyakinan dan kebersamaan, mari kita bangun Desa Sukawijaya yang lebih baik, lebih religius, transparan, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi semangat gotong royong,” tegasnya.
Jika diberi amanah oleh warga untuk memimpin, Ustadz Mahdi telah menyiapkan tiga pilar program prioritas
1.Pemerintahan Bersih: Mewujudkan tata kelola desa yang jujur, amanah, profesional, akuntabel, dan mengutamakan pelayanan publik yang cepat.
2.Pemberdayaan Ekonomi: Membuka peluang usaha baru dan mengembangkan sektor UMKM, pertanian, serta peternakan lokal demi mendongkrak kesejahteraan warga.
3.Pemerataan Pembangunan: Memprioritaskan perbaikan jalan desa dan fasilitas umum secara merata agar asas keadilan pembangunan dirasakan seluruh kampung.
Kehadiran sosok guru honorer yang religius ini diharapkan mampu membawa angin segar dan menjadi pilihan alternatif yang solutif bagi masa depan masyarakat Desa Sukawijaya.
(Red)
















