Bangkitkan Semangat Belajar, Disdik Taput Gelar Trauma Healing Anak Pascabencana

Bangkitkan Semangat Belajar, Disdik Taput Gelar Trauma Healing Anak Pascabencana

Taput – Temporatur.com |Pascabencana alam yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara pada November 2025, dampaknya tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis, khususnya bagi anak-anak sekolah. Untuk membantu proses pemulihan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara bersama Kementerian Pendidikan menggelar kegiatan trauma healing bagi siswa di wilayah terdampak bencana.

Kegiatan trauma healing ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, dan menyasar tujuh sekolah yang berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Adiankoting dan Kecamatan Parmonangan. Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan berlangsung di SD Negeri 173156 Lobupining, Kecamatan Adiankoting.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara menjelaskan bahwa kegiatan trauma healing bertujuan untuk membantu memulihkan kondisi mental dan emosional anak-anak pascabencana.

“Trauma healing ini kita laksanakan untuk mengembalikan kondisi psikologis anak-anak didik dari trauma bencana yang mereka alami. Kami berharap kegiatan ini menjadi pemicu agar anak-anak tidak terus mengingat peristiwa bencana yang lalu,” ujarnya.

Ia menambahkan, anak-anak merupakan kelompok paling rentan dalam situasi pascabencana. Trauma yang tidak ditangani dengan baik dikhawatirkan dapat mengganggu perkembangan mental, menurunkan motivasi belajar, serta berdampak jangka panjang terhadap proses pendidikan mereka.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan trauma healing dilakukan dengan pendekatan edukatif dan ramah anak. Berbagai aktivitas disuguhkan, seperti permainan kelompok, menggambar, bernyanyi, serta komunikasi positif yang dipandu oleh guru dan tim pendamping, guna menciptakan suasana aman dan menyenangkan bagi siswa.

Bacaan Lainnya

Kepala SD Negeri 173156 Lobupining, Ranokarno Sinambela, menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kementerian Pendidikan atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan trauma healing ini. Semoga dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak dalam mengikuti pembelajaran tanpa dibayangi kejadian bencana yang sudah lalu,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara berharap anak-anak dapat kembali merasa aman, ceria, dan percaya diri, sehingga mampu mengikuti proses belajar mengajar secara normal. Program trauma healing ini juga menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor pendidikan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Utara.(Norris Pea)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *