Tepis Isu Penelantaran, Pemdes dan Karang Taruna Sukamanah Beri Klarifikasi Terkait Kondisi Nyi Reni Marlina
SUKAMANAH –BEKASI || TEMPORATUR
COM
Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamanah bersama Karang Taruna desa setempat secara resmi memberikan klarifikasi sekaligus sanggahan atas pemberitaan yang beredar di media sosial mengenai kondisi seorang pasien bernama NYI Reni Marlina.
Pihak desa menegaskan bahwa tudingan mengenai kurangnya perhatian terhadap warga tersebut adalah tidak benar.
Dalam pernyataan resminya pada Senin (19/01/2026), Pemdes Sukamanah menyampaikan bahwa pendampingan dan bantuan terhadap NYI Reni Marlina yang telah dilakukan PSM ibu Dewi telah dilakukan jauh sebelum informasi tersebut viral di jagat maya.
‘Bantuan yang diberikan mencakup dukungan moril, koordinasi pelayanan kesehatan, hingga bantuan sosial di lingkungan desa,
“Kami dari pemerintah desa menegaskan bahwa sejak awal mengetahui kondisi saudari NYI Reni Marlina, kami sudah melakukan langkah-langkah pendampingan dan koordinasi. Informasi yang menyebut tidak ada perhatian oleh ibu Dewi dari pihak PSM itu tidak sepenuhnya benar,” ujar perwakilan Pemdes Sukamanah.
Pihak desa menjelaskan bahwa koordinasi telah dilakukan secara intensif dengan melibatkan unsur masyarakat dan relawan sosial ( PSM).Hal ini dilakukan guna memastikan pasien mendapatkan penanganan yang layak sesuai dengan prosedur pelayanan publik di desa.
Senada dengan pemerintah desa, Karang Taruna Desa Sukamanah juga menyatakan keterlibatan aktif mereka dalam membantu pasien. Mereka menyayangkan adanya penggiringan opini yang seolah-olah menunjukkan pihak desa lepas tangan.
“Karang Taruna turut bergerak membantu dan mendampingi sesuai kemampuan kami. Kami berharap masyarakat tidak langsung menyimpulkan tanpa mengetahui fakta di lapangan,” tegas perwakilan Karang Taruna Sukamanah.
Langkah klarifikasi ini diambil untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi serta menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan sosial di Desa Sukamanah dan nama baik ibu Dewi selak PSM di desa. “Kami mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial dan selalu melakukan verifikasi terhadap fakta yang ada.
Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang terkait upaya yang telah dilakukan oleh pihak desa dan Karang Taruna bagi warganya yang membutuhkan.
(Red)















