Terdampak Banjir Warga Grand Cikarang City Sakura Dirikan Dapur Umum dan Pengobatan Gratis

Terdampak Banjir Warga Grand Cikarang City Sakura Dirikan Dapur Umum dan Pengobatan Gratis

Terdampak Banjir Warga Grand Cikarang City Sakura Dirikan Dapur Umum dan Pengobatan Gratis

CIKARANG UTARA – BEKASI || Temporatur.com

Warga Perumahan Grand Cikarang City (GCC) Sakura, RT 04/RW 029, Desa Karang Raharja, Kecamatan Cikarang Utara, bergerak cepat merespons musibah banjir yang melanda sejak Minggu pagi (18/01/2026).

Warga secara swadaya mendirikan dapur umum untuk membantu sesama yang terdampak luapan air.

Banjir terjadi menyusul hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi selama hampir 8 jam, sejak Sabtu malam (17/01) hingga Minggu pagi (18/01)

Meski hujan mulai reda pada Minggu pagi, genangan air masih menghambat aktivitas warga di lingkungan RT 04 dan RW 029.

Bacaan Lainnya

Ketua RT 04, Deden, menyatakan bahwa inisiatif pendirian dapur umum ini merupakan bentuk kepedulian antarwarga.

Keterangan foto : Warga Perumahan Grand Cikarang City (GCC) Sakura, RT 04/RW 029, Desa Karang Raharja, Kecamatan Cikarang Utara, bergerak cepat merespons musibah banjir yang melanda sejak Minggu pagi (18/01/2026).
Keterangan foto : Warga Perumahan Grand Cikarang City (GCC) Sakura, RT 04/RW 029, Desa Karang Raharja, Kecamatan Cikarang Utara, bergerak cepat merespons musibah banjir yang melanda sejak Minggu pagi (18/01/2026).

Fokus utamanya adalah memastikan ketersediaan logistik bagi warga yang tidak bisa memasak di rumah akibat terendam banjir.

“Kami mendirikan dapur umum ini untuk membantu warga yang terdampak banjir, khususnya di lingkungan RT 04 dan RW 029. Ini adalah upaya bersama untuk meringankan beban warga,” ujar Deden di lokasi pada Minggu (18/01).

Selain kebutuhan pangan, warga juga memberikan perhatian pada aspek kesehatan.

Rahmat Hidayat, ketua RW 029, menambahkan bahwa posko bantuan ini juga berfungsi sebagai pusat pelayanan medis darurat.

“Dapur umum ini bukan saja untuk membantu kebutuhan makan, tetapi kami juga menyediakan pengobatan gratis bagi warga yang mulai mengalami gangguan kesehatan akibat banjir.

Fokus utama kami adalah anak-anak, balita, dan lansia yang sangat rentan dalam kondisi seperti ini,” pungkas Rahmat.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih bahu-membahu mengelola dapur umum sembari memantau kondisi debit air di lingkungan perumahan. Warga berharap bantuan serupa dapat terus mengalir dan kondisi cuaca segera membaik.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *