Breaking News
light_mode
Beranda » Peristiwa » Nahas, Bocah Tewas Tenggelam di Danau Permuhan Bumi Kahuripan Indah (BKI)  Sukatani

Nahas, Bocah Tewas Tenggelam di Danau Permuhan Bumi Kahuripan Indah (BKI)  Sukatani

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nahas, Bocah Tewas Tenggelam di Danau Permuhan Bumi Kahuripan Indah (BKI)  Sukatani

Kabupaten Bekasi – Temporatur.com 

Duka mendalam menyelimuti keluarga Akbar, warga Perumahan Bumi Kahuripan Indah (BKI) Blok E9 Nomor 14, Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Putri keduanya, Aqila (3), meninggal dunia setelah tenggelam di danau yang berada di lingkungan perumahan pada Kamis sore, 31 Juli 2025.

Keterangan foto: Nahas, Bocah Tewas Tenggelam di Danau Permuhan Bumi Kahuripan Indah (BKI)  Sukatani.

Keterangan foto: Nahas, Bocah Tewas Tenggelam di Danau Permuhan Bumi Kahuripan Indah (BKI)  Sukatani.

Menurut keterangan Akbar, Peristiwa tragis yang menimpa putranya terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Insiden tenggelamnya korban bermula ketika anak pertamanya, Epin (12), sedang bermain layang-layang di sekitar danau.

Korban (Aqila-red) yang menyusul sang kakak, diduga terpeleset dan tercebur ke dalam air saat mencoba mencarinya.

Warga sekitar yang awalnya tidak menyadari kejadian tersebut, sontak histeris setelah mengetahui korban telah tenggelam. Upaya pertolongan sempat dilakukan, namun nahas, nyawa Aqila tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi peringatan pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak-anak di area berisiko seperti danau terbuka.

Sugiharto, salah satu warga BKI, mengatakan bahwa warga sebelumnya sudah melakukan upaya pencegahan dengan memasang bata hebel di sekitar danau guna menghindari anak-anak bermain terlalu dekat ke tepi air.

“Kami sudah pernah kerja bakti dan pasang bata hebel supaya lebih aman, tapi tetap khawatir. Harapannya sih ada pemagaran permanen di sekitar danau, supaya tidak ada lagi anak kecil yang jadi korban,” pungkas Sugiharto saat ditemui media, pada Jumat, 01/07/2025.

(HP/Red)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less