Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » 66 Tahun Dekrit Presiden: Sebuah Peta Jalan

66 Tahun Dekrit Presiden: Sebuah Peta Jalan

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

66 Tahun Dekrit Presiden:
Sebuah Peta Jalan

Oleh : AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

JAKARTA – Temporatur.com

Hari ini, 5 Juli 2025, genap 66 tahun peristiwa bersejarah saat Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden untuk kembali ke UUD 1945. Dekrit yang dikeluarkan melalui Keputusan Presiden Nomor 150 Tahun 1959 itu berisi pembubaran Badan Konstituante hasil Pemilu 1955 dan penggantian konstitusi dari UUD Sementara 1950 untuk kembali ke UUD 1945.

Kelahiran dekrit tersebut diawali dengan kesadaran kolektif bangsa Indonesia untuk meninggalkan Republik Indonesia Serikat (RIS) yang merupakan “disain” dan permintaan Belanda. Yang tentu punya tujuan, yaitu agar Belanda tetap dapat menguasai secara tidak langsung negara bekas jajahannya. Akibatnya, bangsa ini merasakan keresahan, karena semangat negara serikat, bukanlah semangat negara proklamasi, yang menyatukan.

Peristiwa besar memang selalu lahir dari apa yang dirasakan, lalu direnungkan hikmahnya, dan kemudian menjelma menjadi kesadaran kolektif bangsa. Itulah pentingnya kita mengingat kembali sejarah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dalam konteks hari ini. Sehingga akan menjadi pertanyaan kita bersama: Apakah bangsa ini perlu untuk melakukan Dekrit ke-2, untuk kembali kepada negara proklamasi, yang hari ini semakin hilang ditelan sistem liberalisme dan individualisme?

Mari kita renungkan: Para pendiri bangsa kita, atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, melalui pikiran jernih, dan niat luhur, telah merumuskan Azas dan Sistem Bernegara, yang dilandasi oleh nilai yang digali dari bumi Nusantara ini. Nilai yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Yaitu; Pancasila.

Sehingga Azas dan Sistem Bernegara yang dirancang oleh para pendiri bangsa, jelas dan terang benderang berdasarkan Pancasila. Yakni sistem yang mendasarkan kepada spirit Ketuhanan. Sistem yang memanusiakan manusia. Sistem yang merajut persatuan. Sistem yang mengutamakan musyawarah perwakilan. Untuk mewujudkan keadilan sosial. Inilah sistem yang sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Bangsa yang lahir dari sejarah panjang bumi Nusantara ini.

Sayangnya, sistem yang diurai dalam norma UUD 1945 tersebut belum pernah secara benar kita terapkan. Baik di era Orde Lama maupun Orde Baru. Tetapi sudah kita ganti dan ubah di era Reformasi, saat Amandemen Konstitusi pada tahun 1999 hingga 2002 silam. Sehingga, meminjam kalimat almarhum Profesor Kaelan— Amandemen saat itu justru melahirkan konstitusi yang meninggalkan Pancasila, karena yang dijabarkan adalah semangat Individualisme dan Liberalisme.

Dunia hari ini telah berubah. Semua negara memperkuat kepentingannya masing-masing dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan tidak pasti serta dipenuhi dengan turbulensi. Untuk memperkokoh kekuatan bangsa, diperlukan tekad bersama, semangat kejuangan, dan sumbangsih positif, serta keterlibatan semua elemen bangsa tanpa kecuali dan tanpa syarat.

Untuk itu, diperlukan Sistem Ketatanegaraan dan Sistem Bernegara yang lebih sempurna. Yang mampu memberi jawaban atas tantangan dan ancaman masa depan. Sebuah Sistem yang mampu mewadahi atau menjadi wadah yang utuh bagi semua elemen bangsa. Sehingga benar-benar terwujud menjadi Penjelmaan Seluruh Rakyat.

Dan sistem itu sudah dirumuskan oleh para pendiri bangsa kita di dalam UUD 1945. Tetapi belum pernah kita terapkan dengan ideal. Baik di era orde lama maupun orde baru. Inilah pekerjaan kita hari ini. Untuk kembali ke sistem bernegara sesuai rumusan pendiri bangsa, untuk kemudian kita sempurnakan tanpa meninggalkan Pancasila.

Dari mana memulainya: Presiden Soekarno sudah memberi contoh. Dekrit Presiden kembali ke UUD 1945 adalah salah satu jalan.

Dan saat ini, bangsa ini –terutama rakyat kebanyakan— telah merasakan semakin jauhnya kesejahteraan dan kemakmuran. Karena kita terjebak di dalam politik kosmetik dan kepalsuan, hukum yang tumpul ke atas dan ekonomi yang terus memperkaya segelintir orang.

Ketahanan energi kita dilemahkan. Industri kita dilemahkan. Kita hanya dijadikan bangsa pasar produk asing yang bahan bakunya dari negeri ini. Kita hanya dijadikan negara untuk memutar produk mereka, yang keuntungannya mereka tawarkan menjadi pinjaman kepada kita. Apakah masih kurang perenungan dan hikmah itu untuk menjadikan kesadaran kolektif?

Semoga Presiden Prabowo punya waktu untuk merenungkan Peta Jalan yang diambil sang proklamator kita.

Jakarta, 5 Juli 2025

Penulis adalah anggota DPD RI, Ketua DPD RI ke-5

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keterangan foto : Calo Kades Sojiana OJI Siap Bawa Perubahan Besar untuk Desa Labansari

    Maju Calon Kades Sojiana OJI Siap Bawa Perubahan Besar untuk Desa Labansari

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Maju Calon Kades Sojiana OJI Siap Bawa Perubahan Besar untuk Desa Labansari

  • Pentingnya Punya Rekening Khusus untuk Jajan dan Menabung

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Suryo S
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Jakarta – Temporatur. Mengatur uang sering terasa mudah di awal bulan dan mulai terasa rumit menjelang gajian berikutnya. Banyak orang merasa sudah menabung, tetapi saldo terus menipis tanpa tahu ke mana perginya. Di titik inilah pertanyaan sederhana sering muncul. Apakah kita perlu rekening khusus untuk jajan dan menabung? Apalagi di tengah gaya hidup urban yang […]

  • Maklumat Rabithah Babad Kebantenan

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Suryo S
    • visibility 0
    • 0Komentar

    “Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas segala nikmat-Nya yang telah, sedang dan akan diberikan kepada kita beserta segala tambahannya.

    Solawat, salam dan keberkahan, semoga Allah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, yang terpilih dan umat pengikutnya sampai akhir Zaman.

  • BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Cipayung dan Karangsari

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • visibility 2
    • 0Komentar

    CIKARANG TIMUR – BEKASI – Temporatur.com Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bekasi bergerak cepat merespons bencana banjir yang melanda sejumlah titik di wilayah Kabupaten Bekasi. SelanjutnyaPROGIB JATIM PEDULI PENDIDIKAN Bantu Paving Halaman TK Genius Senilai Rp14,16 Juta, Warga Bergotong RoyongPada Senin (19/01/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Cipayung, Kecamatan […]

  • Upacara HUT RI ke-80 di Abab Berlangsung Khidmat, Kapolres PALI Tekankan Pentingnya Semangat Nasionalisme

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Suryo S
    • visibility 0
    • 0Komentar

    PALI – Temporatur.com, Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 berlangsung khidmat di halaman Kantor Camat Abab, Minggu (17/8/2025) pagi. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari ASN, perangkat desa, jajaran Polsek Penukal Abab, Linmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pelajar se-Kecamatan Abab. SelanjutnyaPROGIB JATIM PEDULI […]

  • Perkuat Pendidikan di Daerah Terpencil, Bupati Taput Tinjau Revitalisasi SDN 177931 Tumus

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Suryo S
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Taput – Temporatur.com |Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., melanjutkan kunjungan kerja hari keduanya di Kecamatan Parmonangan dengan meninjau pembangunan revitalisasi SD Negeri 177931 Tumus, Desa Manalu Purba, Rabu (12/11/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bupati untuk memastikan pelaksanaan program pembangunan di sektor pendidikan berjalan sesuai sasaran. Dalam kesempatan […]

expand_less