Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Pejabat Pendidikan Banten Lukman Dikritik, Usai Sebut Warga Kota Tangerang ‘Kampungan’

Pejabat Pendidikan Banten Lukman Dikritik, Usai Sebut Warga Kota Tangerang ‘Kampungan’

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tangerang – Temporatur.com

Viralnya antrean warga di kantor Dukcapil Kota Tangerang pada 14-15 Juni 2025 untuk melegalisir dokumen guna pendaftaran SPMB 2025 menuai respons mengejutkan dari Pejabat Pelaksana Harian (PLH) Kadindikbud Banten, Lukman. Alih-alih memberikan solusi, ia justru menyindir warga dengan sebutan ‘kampungan’.

Dalam wawancara dengan media di SMK Negeri 3 Tangerang, Lukman menyatakan bahwa seharusnya warga tidak perlu antre karena Kartu Keluarga (KK) digital sudah tidak memerlukan legalisasi. Ia menuding masyarakat kurang memahami teknologi.

“KK digital tidak perlu dilegalisir. Kenapa masih ada yang antre? Cek lagi informasinya. Legalisir hanya untuk KK yang belum digital,” ujarnya dengan nada tinggi.

Lukman menjelaskan bahwa sistem SPMB 2025 telah menggunakan NIK berbasis digital, sehingga verifikasi bisa dilakukan secara online. “Dokumen digital tinggal diprint. Tidak perlu datang ke Dukcapil kalau sudah ada barcode atau format digital,” tambahnya.

Namun, pernyataannya yang menyebut “orang kampung memang tidak paham digital” justru memicu kecaman. Meski mengklaim ingin memberikan solusi, cara penyampaiannya dianggap merendahkan dan tidak empatik terhadap kesulitan warga.

(Dari berbagai sumber)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less