Janggal!! Kegiatan Ketahanan Pangan Desa Air Meles Bawah Diduga Ada Penyimpangan
Rejang Lebong.- Temporatur.com
Ketahanan pangan adalah kondisi bagi semua orang dan negara setiap saat. Ketahanan pangan yang terganggu dapat menyebabkan ketidakstabilan ekonomi, gejolak sosial dan politik, bahkan membahayakan stabilitas nasional.
Untuk mencapai ketahanan pangan yang lebih baik, beberapa tantangan yang perlu diatasi di antaranya, keterbatasan lahan pertanian, kualitas infrastruktur distribusi, tingkat kemiskinan, perubahan iklim, manajemen sumber daya alam.

Program ketahanan pangan dari tahun 2023 sampai tahun 2024 pada pemerintah desa Air Meles Bawah Kecamatan Curup timur Kabupaten rejang Lebong provinsi Bengkulu mengadakan program ayam petelur yang diolah oleh masyarakat setempat.
Dalam program ketahanan pangan ayam petelur tersebut diduga adanya penyimpangan yang di lakukan oleh oknum pemerintah desa.
Dari hasil penelusuran awak Media di temukan adanya dugaan kejanggalan dalam pengadaan ketahanan pangan ayam petelur tersebut yang disampaikan oleh kepala desa Air Meles Bawah oleh pak Projo.

Pada uraian yang disampaikan kepala desa Air Meles bawah pak Projo me gatakan bahwa Terdapat 670 ekor ayam petelur yang dikelola oleh Bambang dan
520 ekor ayam petelur yang dikelola oleh nurman, di dua titik Kandang yang berbeda lokasi.
“Adanya dua titik Kandang yang berbeda-beda yang dikelola oleh masyarakat kami.”sampai kades
Dijelaskan kepala desa Projo bahwa hasil dari ayam petelur tersebut untuk biaya operasional pakan, sebagiannya dibagikan kepada sosial.yaitu masyarakat miskin yang kurang mampu dan perbulan nya dibagikan ke lansia serta posyandu.
“Dan sisa sebagiannya lagi untuk kegiatan operasional kegiatan desa.”jelasnya kepada awak media dikediaman rumahnya pada Senin,21/04/2025 siang.
“Untuk PAD yang masuk ke khas desa tidak tentu, tapi untuk hasil dari ayam petelur ini setiap hari nya mengahasilkan.”ungkapnya
Kades Projo juga menjelaskan dan mengaku bahwa sisa ayam dari kades sebelumnya dijual.
“Ayam apkir dari kades sebelumnya kami jual, uang tersebut digunakan untuk menambah membeli ayam petelur yang baru.”tutup nya
ditinjau ke lokasi secara langsung yang disampaikan Nurman selaku penjaga ayam petelur menyebutkan bahwasannya ayam petelur tersebut ditahun 2023 sampai sekarang berjumlah 504 ekor, yang mati sekitar 80 ekor pasti akan digantikan kembali dari desa.
“Ayam ini dari tahun 2023 sebanyak 504 ekor yang kami pelihara, dan untuk setoran kami ke desa setiap bulannya sebesar Rp 1.000.000 rupiah.”sampainya pada awak media Senin siang, 21/04/2025.
Dari keterangan Nurman selaku peternak ayam petelur tersebut bahwasanya setiap hari ayam tersebut menghasilkan 13 karpet yang telurnya langsung dijual di pasar.
Untuk kandang yang dikelola oleh Bambang yaitu sebanyak 670 ekor.
“Kami setiap hari panen telur sebanyak 17 sampai 18 karpet setiap hari.”jelas Bambang Senin siang 21/04 dikandang yang dikelolanya
“Dan telur telur yang panen langsung saya berikan ke pihak pemerintah desa air Meles bawah.”tuturnya.**.
(ML)















