Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Karena  Sering Banjir, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Tegaskan akan Mengendalikan Fungsi Lahan& Pengelolaan Lingkungan Hidup, Samanhudi Aktivis Jaga Kali Mengapresiasi & Mendukung 

Karena  Sering Banjir, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Tegaskan akan Mengendalikan Fungsi Lahan& Pengelolaan Lingkungan Hidup, Samanhudi Aktivis Jaga Kali Mengapresiasi & Mendukung 

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Karena  Sering Banjir, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Tegaskan akan Mengendalikan Fungsi Lahan& Pengelolaan Lingkungan Hidup, Samanhudi Aktivis Jaga Kali  Mengapresiasi & Mendukung 

Bekasi – Temporatur.com

Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menegaskan komitmennya untuk mengendalikan banjir dan mengendalikan alih fungsi lahan. Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, menyatakan bahwa alih fungsi lahan adalah salah satu penyebab utama banjir di Kabupaten Bekasi. Lahan yang seharusnya digunakan untuk aliran sungai dan daerah resapan air telah beralih fungsi menjadi kawasan permukiman ¹.

Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah kabupaten Bekasi berencana untuk menyelaraskan kebijakan tata ruang dan memperketat aturan terkait penggunaan lahan, langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Selain itu, pemerintah kabupaten Bekasi juga bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempercepat pengendalian banjir di wilayah Sungai Bekasi, Cikeas, dan Cileungsi.

Keterangan foto : Bangunan liar (Bangli),yang berdiri di atas Pintu Air, (ft : BS)

Keterangan foto : Bangunan liar (Bangli),yang berdiri di atas Pintu Air, (ft : BS)

Sungai bukan tempat sampah,kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Setu juga sudah dalam kondisi darurat, jadi kita harus lebih sadar dalam mengelola sampah,” cetus Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.

Potret Kab.Bekasi Keterangan foto: Sampah dari pertokoan SGC di buang di bantabantaran sungai CBL Cikarang Kabupaten Bekasi

Potret Kab.Bekasi Keterangan foto: Sampah dari pertokoan SGC di buang di bantaran sungai CBL Cikarang Kabupaten Bekasi (Dokumentasi Temporatur.com)

Menurut Bupati Ade Kuswara Kunang menyampaikan bahwa, pemerintah kabupaten Bekasi menegaskan akan terus berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk pemerintah pusat, provinsi, swasta, dan masyarakat, untuk memastikan bahwa kebijakan pengelolaan lingkungan dan pengendalian banjir dapat berjalan efektif dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat,ungkapnya.

“Dengan adanya koordinasi ini,diharapkan dapat menekan laju alih fungsi lahan, meningkatkan efektivitas pengelolaan air, serta mengurangi dampak banjir yang terus melanda wilayah Bekasi setiap tahunnya.

“Kita harus sadar bahwa alam ini bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga untuk anak cucu kita nanti. Jika kita tidak bertindak sekarang, maka dampaknya akan semakin buruk di masa depan.

“Mari bersama-sama menjaga lingkungan, mengikuti aturan tata ruang yang sudah ditetapkan.” pungkas Bupati Bekasi.

Pernyataan wakil menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia 

Masih ditempat yang sama dalam pernyataannya, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU), Diana Kusumastuti, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menyelesaikan proyek pengendalian banjir, khususnya pembangunan tanggul yang belum terselesaikan akibat keterbatasan lahan.

“Salah satu tantangan utama dalam pengendalian banjir adalah keberadaan tanggul yang belum rampung karena terkendala lahan. Oleh karena itu, kami bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait tengah menyelesaikan proses pembebasan lahan, agar proyek ini dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Wakil Menteri PU.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah tegas dalam pengendalian banjir dan menjaga ketahanan pangan dengan melarang alih fungsi lahan di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat.

Gubernur menegaskan bahwa penanganan bencana kini telah memasuki tahap rehabilitasi, bukan sekadar tanggap darurat. oleh karena itu, pemerintah daerah harus menyiapkan kerangka kerja yang jelas, termasuk anggaran, untuk mengembalikan fungsi lahan yang terdampak bencana.

“Kita tidak hanya bicara soal banjir, tetapi juga dampaknya terhadap ketahanan pangan.Sungai dan lahan pertanian harus dikembalikan ke fungsi awalnya agar bisa menopang produktivitas beras,” ujar Dedy Mulyadi.

Sebagai langkah konkret, Pemdaprov Jabar akan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang melarang alih fungsi kawasan hutan, perkebunan, persawahan, sungai, dan danau. Larangan ini bertujuan untuk mencegah banjir lebih parah serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

Gubernur juga meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat, untuk berperan aktif dalam menjaga ekosistem lingkungan. Dengan kebijakan ini, Jawa Barat optimis dapat mengurangi risiko banjir dan memperkuat ketahanan pangan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

“Kita harus serius dalam melindungi lahan dan lingkungan. Jika tidak, dampaknya akan semakin buruk bagi generasi mendatang.”tegasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut turut hadir Kepala Dinas Perumahan Rakyat,Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi, serta Walikota 

Pasca rapat koordinasi antara Bupati Bekasi, Walikota Bekasi bersama Kementerian PUPR dan Gubernur Jabar serta kepala dinas Disperkimtan. dan kepala dinas DSDABMBK dengan  komitmen penegasan pengalihan fungsi lahan dan pengelolaan lingkungan hidup, salah satu tokoh pertanian juga aktivis sungai Jaga Kali Samanhudii mengapresiasi langkah terobosan yang dilakukan Bupati Bekasi bersama Kementerian PUPR dan Gubernur Jawa Barat.

Keterangan foto.: Abuya Samanhudi Aktifis Jaga Kali bersama.ketua BBWS dan tim.

Keterangan foto.: Abuya Samanhudi Aktifis Jaga Kali bersama.ketua BBWS dan tim.

Samanhudi seorang tokoh aktivis lingkungan yang saat ini sedang melakukan pembersihan sampah-‘sampah yang ada
kali, dan selalu memberiikan edukasi terikait kelestarian sungai atau kali yang ada di kabupaten Bekasi.

“Saya sebagai warga masyarakat kabupaten. Bekasi sangat mengapresiasi langkah terobosan Bupati Bekasi pak Ade Kuswara Kunang, Kementerian PUPR dan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi.Kaloborasi antara pemerintah kabupaten Bekasi, Pemdaprov Jabar dan Kementerian PUPR.

” Dalam menyikapi banjir yang setiap tahun melanda wilayah jabupaten Bekasi,salah satu faktor utama adalah persoalan banyaknya terjadi alih fungsi lahan, sehingga menjadi penataan tata kota nya menjadi amburadul, khususnya di Kabupaten Bekasi yang mana ,jika di lihat dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) banyak yang tidak tepat pembangunannya, banyaknya penyalahgunaan pembangunan bangunan liar di lahan wilayah area  aliran sungai (DAS) karenan sistem dan pengawasan dari pemerintah yang lengah sehingga terjadi maraknya bangunan liar khususnya di bantaran kali,atau sungai”, ujar Samanhudi.

Dikatakannya bahwa, kabupaten Bekasi saat ini tidak memiliki Perda LP2B menurut nya dalam upaya menyelaraskan program Bupati Bekasi,  Pemkab Bekasi harus segera dan secepatnya memiki Perda terkait LP2B,

Pemkab Bekasi dan DPRD secepatnya menerbitkan peraturan daerah (Perda) LP2B tersebut,kerana dengan adanya  Perda Lahan Pertanian.Pangan Berkelanjutan?LP2B), pembangunan yang terfokus pada bidang pertanian akan  sangat mempengaruhi ,zona dan tata ruang, serta berdampak positif pada sungai dan kali yang menjadi faktor utama dalam  pertanian, karena  fungsi sungai dan kali sebagai pengairan bagi pertanian”, tutur nya.

Masih kata Samanhudi yang akrab disapa Buya memaparkan,”jika nanti sudah adanya peraturan daerah terikait LP2B yang diterbitkan oleh Pemkab Bekasi ini sangat memengaruhi Perencanaan Pembangunan dan Tata Ruang Wilayah di  kabupaten Bekasi, salah satunya adalalh,pembangunan yang sesuai dengan peuntukaan dan fungsinya.

“Dan yang menunjang dalam bidang pertanian seperti sungai atau kali dapat terawat dan terjaga, dari hulu.sampai ke hilir karena sangat penting untuk  pengairan sawah petani,”ujar AbuyaSamanhudi , salah satu tokoh dari utara kabupaten Bekasi yang menjadi pegiat sungai di kabupaten Bekasi .

Dalam pengamatan Temporatur.com sosok
sosok Samanhudi sudah sering  menyuarakan tetang kebersihan dan kelestarian kali di kabupaten Bekasi.

Abuya Samanhudi dalam akun Toktiknya @kong.sam98, dirinya getol menyuarakan dan terjun langsung ke sungai dan sering memberikan edukasi kepada warga khususnya yang tinggal di bantaran kali agar membuang sampah ke kali dan harus menjaga dan merawat kelestarian dan kebersihan kali.

Bahkan dalam giat nya setiap terjun melakukan pengawasan ke kali – kali dan  tidak jarang Abuya Samanhudi mearahi oknum warga yang kedapatan membuang sampah ke kali dengan sengaja.

Catatan media Temporatur.com bahwa di  wilayah kabupaten Bekasi pembangunan perumahan – perumahan dan property semakin marak dan mennamur, terpantau dan hasil nvestigasi media  di wilayah zona hijau, adanya perumahan yang sudah ramai penghuninya , berada jauh ditengah-tengah sawah( lahan pertanian), jelas ini sudah melanggar fungsi peruntukannya. **

(SuryoSudharmo)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Penukal Utara Menggelar Kegiatan Jum’at Curhat di Desa Lubuk Tampui

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Polsek Penukal Utara Menggelar Kegiatan Jum’at Curhat di Desa Lubuk Tampui

  • Dede Yusuf Ungkap Temuan Mengejutkan: Rekening Fiktif Terima Bansos Bertahun-Tahun, Nilainya Capai Triliunan Rupiah

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Anggota DPR RI, Dede Yusuf M. Effendi, ST., mengungkapkan adanya dugaan maraknya rekening fiktif yang selama bertahun-tahun menerima bantuan sosial bansos dari pemerintah. Temuan tersebut disampaikan Dede saat kegiatan reses di Kabupaten Bandung, Daerah Pemilihan Jawa Barat II, pada Rabu (30/7), dan diunggah melalui akun resmi SnackVideo miliknya.

  • PP KAMMI Tolak Pilkada Lewat DPRD, Jaga Kedaulatan Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    Temporatur | Jakarta Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menggelar diskusi publik bertajuk “Pilkada Lewat DPRD: Efisiensi atau Eliminasi Partisipasi?” di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (15/1). Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Ray Rangkuti selaku Pengamat Politik dan Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Iqbal Kholidin sebagai Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), […]

  • Merajut Silaturahmi di Balik Secangkir Kopi, Sekda Taput Ajak Wartawan Junjung Tinggi Kebenaran

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    Taput – Temporatur.com |Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tapanuli Utara, Drs. Henry M.M. Sitompul, menerima kunjungan silaturahmi sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Tapanuli Utara di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026). Dalam suasana penuh keakraban, Sekda menyambut para wartawan dengan hangat serta menyuguhkan secangkir kopi sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan. Pertemuan tersebut dimanfaatkan sebagai ajang mempererat komunikasi […]

  • Keterangan foto : RS Uni Medika Setu Gelar Silaturahmi dan Bukber Ramadhan dengan Insan Relawan Kesehatan Bekasi

    RS Uni Medika Setu Gelar Silaturahmi dan Bukber Ramadhan dengan Insan Relawan Kesehatan Bekasi

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    RS Uni Medika Setu Gelar Silaturahmi dan Bukber Ramadhan dengan Insan Relawan Kesehatan Bekasi

  • Keterangan foto : Tahun Ular Layu, Tahun Baru Imlek 2025.(Foto istimewa)

    Romo Kefas: “Gong Xi Fa Cai”, Selamat Tahun Baru Imlek 2025

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Imlek atau Pesta Musim Semi merupakan perayaan yang sangat penting bagi masyarakat Tionghoa. Sebelum perayaan tiba, berbagai tradisi dilakukan seperti membersihkan rumah untuk mengusir nasib buruk, mendekorasi rumah dengan warna merah sebagai simbol keberuntungan, makan malam bersama keluarga untuk mempererat hubungan, serta menyalakan petasan dan menikmati pertunjukan barongsai untuk mengusir roh jahat. Tahun ini diharapkan membawa energi positif bagi semua orang, terutama bagi mereka yang memiliki Shio Ular Kayu. Semangat kebijaksanaan dan perubahan

expand_less