Polemik Pernyataan Kades Buni Bakti soal Banjir dan Kritik terhadap Bupati Bekasi
Pernyataan Kepala Desa Buni Bakti, Sidi Sumardi, yang mengkritik Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, karena dinilai belum mengunjungi lokasi banjir di wilayah utara Bekasi, memicu polemik.
Isu ini ramai diperbincangkan di grup WhatsApp Forum Interaksi Rakyat (FINTAR) dan mendapat beragam tanggapan dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan. Diketahui, Bupati Ade Kuswara Kunang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan.
Sidi Sumardi menilai wilayah utara Bekasi, khususnya Babelan dan Tarumajaya, kurang mendapat perhatian dalam penanganan banjir. Ia mengungkapkan kritik tersebut karena Bupati belum mengunjungi wilayahnya yang terendam banjir sejak Selasa, 3 Maret 2025.
Kutipan Sidi Sumardi:
“Jangan dianaktirikan kita yang di utara, Babelan, Tarumajaya. Bupati harus cepat tanggap,” ujar Sidi kepada awak media, Jumat, 7 Maret 2025.
Namun, pernyataan tersebut menuai respons keras di grup WhatsApp FINTAR. Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, Nyumarno, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi, melalui Dinas Sosial, telah menyalurkan bantuan pada Kamis, 6 Maret 2025. Bantuan tersebut berupa sembako dan dukungan dapur umum, yang disalurkan langsung ke posko di rumah Kades Buni Bakti.
Kutipan Nyumarno:
“Kan Dinas Sosial sudah turun dan kirim bantuan sembako. Malam ini alat berat juga masuk ke Buni Bakti dari PSDA untuk membuka akses jalan yang susah,” tulis Nyumarno di grup WhatsApp, Sabtu malam.
Ia juga mengunggah dokumentasi saat Sidi Sumardi menerima bantuan secara langsung. Nyumarno menegaskan bahwa seluruh wilayah Bekasi mendapat perhatian yang sama dari Pemkab Bekasi.
“Semua anak kandung Pemkab Bekasi, bukan anak tiri. Bantuan juga datang dari BPBD dan Pertamina untuk wilayah Babelan,” tambahnya.
Selain itu, pernyataan Sidi juga mendapat kritik dari anggota grup WhatsApp lainnya, termasuk LSM Garda Bangsa Reformasi. Mereka mempertanyakan sikap Sidi yang tetap mengkritik meski bantuan telah diberikan.
Kutipan LSM Garda Bangsa Reformasi:
“Parah kadesnya, kok bisa bilang begitu. Bantuan sudah datang, tapi masih mengeluh,” tulis salah satu anggota grup.
Hingga berita ini diturunkan, polemik ini masih menjadi topik hangat di media sosial dan grup diskusi lokal.**
(ER)















