Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Hari Arak Bali 2025, Menyingkap Potensi Ekonomi Sebuah Warisan Budaya

Hari Arak Bali 2025, Menyingkap Potensi Ekonomi Sebuah Warisan Budaya

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari Arak Bali 2025, Menyingkap Potensi Ekonomi Sebuah Warisan Budaya

Denpasar – Temporatur.com

Memperingati Hari Arak Bali yang jatuh pada tanggal 29 Januari 2025, pemerhati budaya, akademisi dan artisan arak bali berkumpul di Level 21 Mall, Denpasar, Bali dalam sebuah bincang budaya “Talkshow Bali Signature: Arak Bali for The World”.

Koperasi Fermentasi Nusantara (Fermenusa), organisasi non-profit berperan aktif dalam mempromosikan, advokasi produk pangan olahan fermentasi Indonesia, bersama Level 21 Mall, Bali dengan bangga menghadirkan narasumber dari berbagai bidang untuk membuka wawasan masyarakat terhadap potensi minuman arak sebagai industri artisanal berbasis kearifan lokal yang unik untuk pasar dunia.

Hari Arak Bali diresmikan melalui Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 929/03-I/HK/2022 sebagai upaya strategis untuk melindungi dan memperkokoh pemberdayaan arak bali sebagai bentuk kearifan lokal (local wisdom). Peringatan Hari Arak Bali diharapkan memicu semangat kebangkitan minuman fermentasi di daerah lain yang turut memiliki keunikan budaya serupa.

Kegiatan diskusi ini bertujuan untuk mengingatkan kembali nilai budaya dan ekonomi minuman fermentasi asal Bali yang perlu dijaga tradisi dan ritualnya, dikembangan standar dan proses, serta dijaga mata rantainya sehingga dapat dikomersialisasikan dan berdaya saing internasional

Narasumber yang hadir yaitu Luke J. Corbin, seorang peneliti dan penulis dari Australian National University dengan perhatian khusus terhadap sejarah di Asia Tenggara; Ida Bagus Rai Budarsa, pengusaha visioner Arak dan Brem Bali, Dewi Sri dan Edward Speirs, Editor-in-Chief and Culture Advocate majalah Now Bali yang telah lama mengangkat cerita mengenai kekayaan budaya, komunitas pembawa perubahan dan kehidupan sosial di Bali.

Turut membuka acara Gubernur Bali terpilih Wayan Koster, yang menyampaikan bahwa Arak bukan hanya sekedar tradisi namun juga menjadi objek untuk pengembangan wisata berbasis pengalaman (experience tourism) dengan potensi ekonomi yang berdampak pada pendapatan barang dan jasa dan pengembangan industri ekonomi kreatif.

Topik diskusi disampaikan secara menyeluruh mulai dari sejarah fermentasi hingga potensi ekonominya yang berkelanjutan. Para pembicara menekankan aspek kunci dalam pengembangan arak antara lain: Kualitas dan inovasi, branding dan pemasaran dan penghargaan budaya. Dengan pendekatan ini diharapkan arak Bali bisa bersaing secara efektif secara global.

Arak adalah minuman hasil proses fermentasi dan distilasi merupakan budaya nusantara yang diwariskan secara turun temurun yang dihadirkan dalam perayaan-perayaan sebagai bagian dari ritual, obat dan simbol kehidupan sosial Masyarakat.

Saat ini arak diciptakan dari tangan-tangan artisan yang turut berperan sebagai pelindung budaya sehingga layak menjadi barang komoditas ekspor yang bernilai tinggi untuk pasar luar negeri.Tidak hanya di Bali, Arak telah menjadi bagian warisan budaya masyarakat di pulau-pulau lainnya di Indonesia.

Penetapan arak Bali sebagai Warisan budaya Takbenda (WBTb) Indonesia dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 414/P/2022. Hari Arak Bali diharapkan dapat menjadi semangat kebangkitan minuman fermentasi di daerah lain.

Keistimewaan Arak Bali merupakan hasil dari fermentasi dan distilasi dari hasil pertanian dan bahan tradisional tanpa campuran alkohol teknis.Prosesnya yang menjadi bagian adat yang turun menurun memberikan perhatian khusus Pemerintah Provinsi Bali untuk mengatur tata kelola produksi dan kelestariannya melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020.

Bambang Britono Ketua Koperasi Gerakan Fermentasi Nusantara mengatakan, “Kami akan terus mengedukasi masyarakat bahwa fermentasi adalah bagian dari identitas bangsa Indonesia. Peringatan Hari Arak Bali ini merupakan salah satu upaya kami meningkatkan literasi mengenai warisan budaya yang keberadaannya sering diabaikan.” Fermenusa hadir sebagai pengayom dan pendukung industri fermentasi untuk memuliakan dan memajukan Fermentasi agar berdaya saing.

Kegiatan diskusi ini ditutup dengan kesepakatan bahwa literasi yang berkelanjutan dan kolaborasi yang solid antara pelaku industri, pemerintah, media dan akademisi dibutuhkan bukan hanya untuk menjaga kelestariannya tapi juga membuka potensinya sebagai minuman fermentasi sebagai budaya Indonesia yang bernilai tinggi di mata dunia, menjadi sebuah nation branding seperti halnya Sake dari Jepang, Soju dari Korea dan Ceylon Arrack Sri Lanka.

About Gerakan Fermentasi Nusantara

Berawal sebagai sebuah gerakan di tahun 2016, Gerakan Fermentasi Nusantara didirikan untuk meningkatkan citra dan cita rasa mahakarya fermentasi lewat sains dan teknologi, serta tentunya membawa uniknya hasil fermentasi nusantara ke dunia lewat strategi komersialisasi Untuk mendukung visinya, dibulan Juli 2021, Gerakan Fermentasi Nusantara mendirikan Koperasi Fermentasi Nusantara (Fermenusa) dan semakin memperkuat posisinya sebagai Pengayom dan Suporter Industri Fermentasi melalui Koperasi Fermentasi Nusantara yang bertujuan mengadvokasi pemangku kepentingan untuk pemuliaan dan pemajuan Fermentasi Nusantara agar berdaya saing.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stop Pusing! Solusi Akuntansi Lengkap untuk Bisnis Kecil Hingga Menengah

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Jakarta – Temporatur.com Mengelola keuangan bisnis sering jadi tantangan besar bagi pelaku UMKM dan pebisnis menengah, terutama saat harus menghadapi pencatatan manual, laporan yang berantakan, atau pengurusan pajak. Namun, bersama Mitra Aplikasi Bisnis, kini tersedia solusi akuntansi digital yang mudah digunakan, bahkan untuk pemula. Bukan sekadar software, sistem ini menawarkan kemudahan, fleksibilitas, dan dukungan profesional […]

  • Satgas PKH Gelar Sosialisasi Penertiban Kawasan Hutan di Handayani dan Simpang Tais

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Satgas PKH Gelar Sosialisasi Penertiban Kawasan Hutan di Handayani dan Simpang Tais

  • David Jingga Kunjungi Atlet Disabilitas Samarinda, Bahas Persiapan PEPAPROV Kaltim 2026

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    David Jingga Kunjungi Atlet Disabilitas Samarinda, Bahas Persiapan PEPAPROV Kaltim 2026 SAMARINDA – Temporatur.com Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Samarinda, David Jingga, menghadiri acara silaturahmi bersama pengurus serta atlet, pelatih, dan official National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Samarinda, Minngu (12/7/2026). Kunjungan tersebut disambut baik oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Forum Peduli Penyandang dan […]

  • IMG Mengucapkan Selamat atas Terpilihnya Ade Kuswara Kunang – dr.Asep Suryaatmaja Bupati Bekasi 2024- 2029

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    IMG Mengucapkan Selamat atas Terpilihnya Ade Kuswara Kunang – dr.Asep Suryaatmaja Bupati Bekasi 2024- 2029

  • DPC Gerindra Kabupaten Bekasi Kukuhkan Pengurus PAC Cikarang Selatan

    DPC Gerindra Kabupaten Bekasi Kukuhkan Pengurus PAC Cikarang Selatan

    • calendar_month Minggu, 12 Feb 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Bekasi-Jabar || Temporatur.com   Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting Gerindra Se Kecamatan Cikarang Selatan resmi dikukuhkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Bekasi, acara pengukuhan dilaksanakan dikediaman Ketua DPRD Kabupaten Bekasi BN. BN. Holik Qodratullah, Kp. Kukun, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Minggu (12/02/23). Diawali tarian budaya seni sunda, santunan anak yatim dan diakhir dengan […]

  • Jerat Maut Perkebunan Sawit: Eksploitasi Pekerja dan Pembungkaman di Kalimantan

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Kasus penipuan dan penelantaran 13 pekerja asal Garut dan Tasikmalaya, Jawa Barat di Kalimantan Barat, yang berhasil dievakuasi berkat bantuan Anggota Komisi VI DPR RI, Imas Aan Ubudiyah, hanyalah puncak gunung es dari permasalahan yang lebih besar. Ironisnya, di tengah gembar-gembor industri kelapa sawit sebagai tulang punggung ekonomi, tersimpan cerita pilu eksploitasi pekerja dan praktik pembungkaman yang dilakukan oleh oknum-oknum perusahaan.

expand_less