Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Dampak Nyata LindungiHutan Tanam 978.000 Pohon di Indonesia

Dampak Nyata LindungiHutan Tanam 978.000 Pohon di Indonesia

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Semarang, 16 Januari 2025 – LindungiHutan, startup yang bergerak di bidang konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal, terus memberikan kontribusi dalam misi menjaga keberlanjutan di Indonesia. Mereka berkolaborasi dengan masyarakat lokal untuk memperluas dampak dan manfaat dari aktivitas yang telah dilakukan seperti aksi penanaman pohon.

Didirikan pada tahun 2016, Lindungi Hutan ingin menciptakan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan. Dengan slogan “Bersama Menghijaukan Indonesia”, mereka mengajak individu, komunitas, hingga perusahaan untuk berpartisipasi dalam upaya nyata menyelamatkan ekosistem hutan yang kian terancam. Dengan tujuan untuk melindungi dan merehabilitasi area hutan kritis, memberikan dukungan kepada masyarakat yang bergantung pada hutan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat luas tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui kampanye.

Dampak Sosial dan Lingkungan

Upaya kolektif Lindungi Hutan telah menghasilkan dampak signifikan yang dapat diukur. Hingga saat ini, mereka telah berhasil menanam lebih dari 978.000 pohon di Indonesia. Total estimasi serapan karbon yang telah dihasilkan sebesar 48.900 ton Co2eq. Mereka juga melibatkan lebih dari 120 mitra petani di 40 lokasi penanaman.

Salah satu lokasi yang bekerja sama dengan LindungiHutan adalah Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Pulau ini memiliki keindahan alam yang luar biasa dan menjadi destinasi wisata menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kolaborasi LindungiHutan bersama perusahaan atau bahkan individu berhasil mencapai 35.000 pohon tertanam untuk menyelamatkan ekosistem pantai dari abrasi.

“LindungiHutan membantu dalam mencegah kerusakan alam dan menjaga keberlanjutan,” ujar Edi, penggerak LindungiHutan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu.

Keberhasilan konservasi lingkungan bisa dicapai melalui kerja sama semua pihak. Oleh karena itu, LindungiHutan ini mengajak masyarakat untuk terlibat bersama dalam pelestarian hutan.

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 978 ribu pohon telah ditanam bersama 590 brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 40 lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, hingga program Carbon Offset.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Desa Wibawamulya Dukung Perapihan Tanah Untuk TPU Kp. Leuwimalang,Ini Penjelasan Kadesnya

    • calendar_month Selasa, 2 Jan 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Warga Desa Wibawa Mulya Dukung Perapihan TPT di Kp. Leuwimalang Wibawamulya, Ini Penjelasan Kadesnya

  • Milad ke-120 Ponpes Suryalaya: Momentum Perkuat Islam Inklusif di Tengah Arus Modernisasi

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Pondok Pesantren (Ponpes) Suryalaya merayakan puncak peringatan Milad ke-120 dengan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah dan perwakilan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, Jumat (5/9/2025). Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), turut hadir bersama sejumlah tokoh masyarakat dan ulama, menandai momentum penting bagi pesantren yang dikenal dengan ajaran Islam inklusifnya.

  • Ilustrasi foto

    Mengenang 80 Tahun Kemerdekaan: Apakah Kita Sudah Merdeka dari Belenggu Masalah?

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Saat ini, kita berdiri di ambang peringatan ke-80 tahun kemerdekaan Indonesia, sebuah momen yang seharusnya menjadi waktu untuk refleksi mendalam tentang perjalanan bangsa ini. Namun, di balik euforia perayaan, kita tidak bisa menutup mata dari berbagai tantangan yang masih menghantui negeri ini. Apakah kita sudah benar-benar merdeka dari belenggu masalah yang menghambat kemajuan bangsa? Apakah kita sudah mencapai keadilan, kesetaraan, dan kemakmuran yang diharapkan? Atau apakah kita masih terjebak dalam lingkaran masalah yang sama, tahun demi tahun?

  • TMMD Ke-126 di Desa Wangunjaya Capai Kemajuan Signifikan di Hari Ke-7

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    TMMD Ke-126 di Desa Wangunjaya Capai Kemajuan Signifikan di Hari Ke-7 ​CIANJUR– Temporatur.com SelanjutnyaSengkarut Pasar Petir: Sampah Menumpuk, Kantor Bau Bangkai, Dugaan Pungli hingga Lapak LiarPelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-126 Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Kodim 0608/Cianjur Korem 061/SK Kodam III/Slw menunjukkan progres yang menggembirakan di hari ke-7 (H+7) pelaksanaan. Kegiatan […]

  • Keluarga Pedagang Bakso Nusantara Bantu Korban Kebakaran dan Santuni Yatim

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Keluarga Pedagang Bakso Nusantara Bantu Korban Kebakaran dan Santuni Yatim Di bulan Muharram 1444H, Keluarga Pedagang Bakso Nusantara (KPBN) Bertempat di rumah makan pari Gogo Tangerang pada minggu 30 Juli 2023 menggelar acara penggalangan dana untuk anak Yatim Piatu serta pengumpulan bantuan untuk korban bencana kebakaran di Sumatera Barat. Ketua panitia kegiatan, Eko Krempeng menjelaskan […]

  • Meski Tanpa Jawaban Resmi, Polres Bogor Turun Tertibkan Parkir di Lahan Sengketa

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Meski Tanpa Jawaban Resmi, Polres Bogor Turun Tertibkan Parkir di Lahan Sengketa

expand_less