Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Proyek Siluman Jalan Warung Satu Tambelang: Papan Nama Baru Dipasang Usai Viral, Pengawas Kompak Absen

Proyek Siluman Jalan Warung Satu Tambelang: Papan Nama Baru Dipasang Usai Viral, Pengawas Kompak Absen

  • account_circle Sugianto
  • calendar_month 48 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Proyek Siluman Jalan Warung Satu Tambelang: Papan Nama Baru Dipasang Usai Viral, Pengawas Kompak Absen

BEKASI, – TEMPORATUR.COM

Pelaksanaan proyek peningkatan Jalan Raya Warung Satu Tambelang, Kabupaten Bekasi, memicu gelombang kritik pedas dari masyarakat. Proyek infrastruktur publik ini dituding berjalan tanpa transparansi dan rawan penyimpangan akibat minimnya pengawasan di lapangan.

Nanti setelah menjadi sorotan tajam dan diberitakan oleh media, pihak kontraktor baru buru-buru memasang papan nama kegiatan di lokasi. Ironisnya, hingga saat ini proyek tersebut diduga kuat luput dari pemantauan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Pengawas dari dinas terkait, konsultan pengawas, hingga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dilaporkan kompak tidak pernah menampakkan diri di lokasi kerja.
Absennya para pemangku kebijakan teknis ini memicu kekhawatiran besar di tengah masyarakat terkait mutu dan kualitas fisik jalan yang sedang dibangun.

Tanpa adanya pengawasan ketat, proyek tersebut dikhawatirkan dikerjakan asal-asalan dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Kondisi carut-marut ini dipertegas oleh pengakuan Aldo, selaku pelaksana lapangan dari pihak kontraktor.

Saat dikonfirmasi awak media, ia tidak menampik adanya keterlambatan pemasangan papan proyek akibat masalah internal manajemen pusat.

“Papan nama kegiatan saat ini sudah kami pasang di lokasi proyek. Terkait kendala yang sempat ada, pihak kantor memang tidak bisa mengeluarkan anggaran (operasional/tambahan).

Namun, saya selaku pelaksana di lapangan akan tetap bekerja maksimal untuk menyelesaikan proyek ini,” ujar Aldo saat ditemui di lokasi, Sabtu (3/10).

Sikap abai tim pengawas teknis, konsultan, dan PPTK ini dinilai telah menabrak Standar Operasional Prosedur (SOP) pembangunan infrastruktur publik. Merespons kejanggalan ini, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi dan dinas teknis terkait untuk segera turun tangan melakukan evaluasi total terhadap kinerja kontraktor maupun tim pengawas yang telantar di lapangan.

(Sugianto)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less