Kades Sukadami Mengolah DD Milyaran Rupiah Diduga Tidak Bisa Mensejahterakan Masyarakat.
Purwakarta Jabar || Temporatur.com
Indonesia sudah merdeka puluhan tahun lamanya. Kabupaten purwakarta yang di sebut kota istimewa hanya di Rasakan sebagai masyarakat biasa.ternyata tidak menjamin warganya hidup sejahtera,Apa lagi hudup istimewa
Ini Faktanya :
Senin 13/1/25 ibu Hasanah (38) Warga Desa Sukadami Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta Jawa Barat sepuluh tahun tinggal di rumah reyot.
Ironisnya lagi rumah yang reyot atap rumah sudah ambruk, Lokasi rumah tidak jauh dari kantor desa sukadami .
Namun Rumah Hasanah ambruk atapnya dengan ukuran yang kecil di huninya.
Selain itu sekarang di tinggalkan penghuni pindah kedepan menjadi saksi bisu perjuangan bapak Gianto ( 40 )Tahun menafkahi istri dan ke empat anak anaknya.
Dengan Kebocoran saat musim penghujan sudah terbiasa dialaminya. Namun, ke khawatiran akan ambruk kediamannya selalu menghantui keluarga Gianto
“Kesehariannya Gianto bekerja sebagai pedagang kue Untuk menopang ekonominya tak menentu.
Bahkan, dia bertanggungjawab ke Istri dan 4 empat anaknya yang pertama berumur (12) kedua umur ( 9 ). Ketiga berumur 4 tahun dan ke ( 4 ) berumur 2 bulan
Sedangkan,Anak pertama dan kedua masih sekolah tapi tidak mendapatkan bantuan seperti KIS Dan BPJS ungkapnya
Salah satu warga mengatakan “Ia kerjanya apa saja di bilang (serabutan) sekarang sedang Mengangur.
Dia tinggal di rumah itu sudah sepuluh tahun lebih, ada anaknya yang sekolah dan balita ,”ungkap warga
Selain itu Hasanah berumur (38) tahun ,Gianto berumur (40) tahun.Warga sekitar berharap ada perhatian dari pemerintah desa pemerintah daerah Kabupaten purwakarta atau para dermawan agar bisa membantu membangunkan kediaman yang layak ujar warga yang tidak mau di sebutkan namanya.
Saat awak media ini wawancara Senin 13/01/2025 terhadap Hasanah mengatakan dari musim Corona baru mendapatkan bantuan seperti dari ridwan kamil sembako kepolisian uang Rp 300 ribu dan dari bu anne waktu jadi bupati beras 5 kg dan telor 2 kilo itu juga cuman sekali ungkap Hasanah
Lanjutnya ,Hasanah Sampai hari ini belum pernah mendapatkan bantuan dari manapun ucap Hasanah
Di tempat berbeda,H Nana kades sukadami didampingi sekdes dan operator senin 13 /1/25 Saat di konfirmasi di ruang desa mengatakan tidak tahu sampai hari ini belum ada laporan dari aparat desa ujar kades
Dan kita akan memanggil aparat RT dan desa yang tidak tanggap atas kekeluhan warganya dan kita akan rapat nantinya tegas kades.
Dalam bantahan Kades Sukadami,baru inilah kami mengetahui adanya warga Sukadami yang rumahnya ambruk dan juga tidak ada laporan terhadap kami ujar kades
Dan terima kasih atas informasinya terhadap awak media sudah memberikan informasi ucap Kades.
Lanjutnya,Kades Sukadami menjelaskan bahwa Dana Desa belum pernah untuk Rutilahu,dan kami juga kalau tidak ada yang memberikan laporan adanya warga rumah ambruk,ya kami biarkan saja karena hanya kabar saja dan tidak resmi laporan ke desa ujar kades.
Menambahkan,Sekdes menjelaskan bahwa program PBI,UHC supaya mendapatkan warga harus sakit dulu baru bisa mendapatkan kartu atau dengan Surat Keterangan Tidak Mampu ( SKTM ) nanti dari pihak desalah yang mengurusnya ujar Sekdes.
Sedangkan kalau warga sakit kami akan lihat dulu dari data DTKS, kalau ada di data baru lah kami ajukan ungkap sekdes
Disambung kembali terhadap kades Sukadami bahwa kami juga sudah memberikan data terbaru terhadap Dinsos tapi yang selalu dapat bantuan orang sudah meninggal ungkap kades.
Hal ini,juga kami butuh warga kami yang di data terbaru bisa mendapatkan bantuan ujar kades.
Karena ini ,ada di Dinsos semua data Sukadami ada di sana Lukas kades
Ridho Ketua Komunitas Wartawan Cyber Purwakarta ( KWCP ) mengatakan terhadap kades Sukadami,Sangat aneh,pihak desa tidak mengetahui adanya rumah warga yang tidak jauh dari desa adanya rumah ambruk,atau informasi yang sedang ramai di perbincangkan terhadap masyarakat sekitar.
Dimnta pihak Aparatur Penegak Hukum wilayah Purwakarta, segera usut tuntas Anggaran Dana Desa yang di kelola Milliaran Rupiah di Desa Sukadami.
Tim ( KWCP)















