Dugaan Pungli di Desa Sukadamai Tanjung Lago, Kejari Segara Bertindak
Ali Sopyan, Pimpinan Umum Media Rajawali News, mendesak Kejaksaan Negeri Banyuasin agar tidak tinggal diam menghadapi dugaan praktik pungutan liar yang meresahkan warga setempat.
Para warga mengeluhkan aksi kolusi Kepala Desa Sukadamai yang meminta biaya PAM Simas sebesar Rp 150.000 per KK. Menurut Ali Sopyan, saatnya bagi pemerintah untuk memberantas tindakan korupsi ini dari masyarakat.
Dugaan kuat adanya sindikat pungli di Desa Sukadamai mencuat dengan mulus, diduga ada dukungan dari pihak tertentu. Ironisnya, Kades berusaha menghindar dari paparan media sehingga informasi menjadi terbuka.
Warga desa merasa terzolimi dengan praktik penarikan dana yang belum menjadi manfaat bagi masyarakat sejak tahun 2020, namun sampai saat ini belum ada tindakan hukum yang diambil.
Warga Desa Sukadamai, Kecamatan Tanjung Lago, mendesak penegak hukum segera turun tangan sebelum aksi demonstrasi digelar. Mereka sudah kehilangan kesabaran dan merasa dirugikan atas pungutan PAM Simas yang tidak memberikan manfaat nyata kepada mereka. Meskipun sudah membayar biaya, namun fasilitas air bersih yang dijanjikan oleh program Pemerintah Bupati Banyuasin sejak tahun 2020 belum juga terealisasi.
Salah satu warga Tokoh masyarakat Dedi mengungkapkan bahwa warga masih terpaksa menggunakan air dari parit untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari. Dugaan bahwa biaya pendaftaran PAM Simas menjadi bancakan bagi Kades Sukadamai semakin menguat, mengingat pentingnya akses air bersih terutama saat musim kemarau tiba,ujarnya saat dikonfirmasi media, Senin,13/01/2025.
Beberapa warga lainnya menyebut banyak kasus kepala desa yang masih belum terungkap hingga saat ini, membuat kepercayaan masyarakat semakin rapuh, terhadap pemerintah desa.
“Keberadaan sindikat pungli ini harus segera diungkap dan tindakan hukum harus diberlakukan agar keadilan dapat ditegakkan. Masyarakat Desa Sukadamai butuh perlindungan dan keadilan, bukan penindasan dan praktik korupsi yang merugikan mereka. Semua pihak terkait diharapkan serius dalam menindak para pelaku pemerasan ini demi kebaikan bersama, pungkas warga setempat.**
(SS/Red)















