Berdayakan Ekonomi Desa, BUMDes Kalijaya Pastikan Stok Hewan Qurban Berkualitas Jelang Iduladha
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kalijaya Bersatu, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, terus memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui penguatan sektor peternakan.
Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, BUMDes Kalijaya memastikan kesiapan stok hewan qurban berupa kambing dan domba dengan kualitas unggul bagi masyarakat luas.
Ketua BUMDes Kalijaya Bersatu, M. Safi’i, menyatakan bahwa unit usaha peternakan ini dikelola secara profesional dengan mengutamakan standar kesehatan dan kebersihan kandang yang ketat.
Melalui pola pemberian pakan pilihan dan perawatan intensif, hewan ternak yang dihasilkan dijamin dalam kondisi sehat, bersih, dan fisik yang “super”.
“Program ini bukan sekadar bisnis, melainkan upaya desa untuk hadir sebagai solusi bagi umat dalam menjalankan ibadah qurban.
“Saat ini kami menyediakan kambing dan domba super yang siap dipasarkan kepada masyarakat,” ujar M. Safi’i pada Senin (27/04/2026).

Selain fokus pada hewan ruminansia, M. Safi’i menambahkan bahwa BUMDes juga aktif mengelola sektor perikanan dengan budidaya ikan lele dan mujair nila sebagai bagian dari diversifikasi usaha.
Kehadiran unit usaha ini mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat, Ebong Hermawan. Ia menilai langkah BUMDes Kalijaya Bersatu sangat strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
“Kami mengapresiasi BUMDes yang semakin eksis dalam pengelolaan usaha. Ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan bagi masyarakat Desa Kalijaya,” kata Ebong.
Selain menjamin kualitas hewan yang sesuai dengan syariat Islam, BUMDes Kalijaya juga menawarkan harga kompetitif yang terjangkau bagi konsumen.
Nantinya, keuntungan dari unit usaha ini akan dikembalikan ke kas desa untuk mendukung pembangunan serta kesejahteraan warga.
Bagi masyarakat yang berminat, BUMDes Kalijaya kini telah membuka layanan pemesanan. Dengan mengusung semboyan “Dari Kandang Desa, Untuk Umat”, seluruh proses transaksi dipastikan berjalan transparan dan profesional guna mewujudkan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.
(Red)















