Perayaan Tahun Baru Budaya Bakar Ikan dan Ayam dan Kembang api Melekat di Nusantara
Perayaan tahun baru di desa memiliki ciri khas tersendiri yang kental dengan nuansa tradisional dan kebersamaan . Alih-alih menyalakan kembang api seperti di kota-kota besar , Masyarakat desa lebih sering menggelar acara bakar-bakar ikan dan ayam . Aktivitas ini bukan hanya soal membakar makanan , tetapi juga menjadi simbol perbedaan antara modernitas dan tradisi yang masih hidup di Masyarakat pedesaan .
Di desa , malam tahun baru biasanya diisi dengan aktivitas berkumpul bersama keluarga , tetangga atau teman , mereka akan menyalakan api unggun , membakar ayam , ikan , sosis atau makanan lainnya yang mudah ditemukan disekitar. Tradisi ini menciptakan suasana hangat baik dari api maupun dari tawa dan obrolan yang saling mengisi .
Tradisi bakar-bakar di desa mengajarkan bahwa perayaan tahun baru tidak harus selalu mewah atau penuh kemeriahan . Kadang kesederhanaan justru membawa kebahagian yang lebih nyata . Ujar Monang selaku tokoh Kabupaten Mandailing Natal kepada media ini saat di minta komentar tentang perayaan tahun baru .
Di tempat yang sama , ucok sambil mengkipas tungku api juga mengatakan , Semoga tahun malam pergantian tahun baru ini tidak ada insiden besar maupun kecil , yang mengakibatkan suatu kondisi yang tidak baik di kabupaten Mandailing Natal , Jelas Ucok .
Mari kita sama sama saling bergandengan tangan dalam menciptakan Mandailing Natal yang Aman , dan terkendali , tutup ucok .
(Magrifatulloh).














