Foto Istimewa
Jakarta – Temporatur.com||Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly, kembali mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tentang tanggung jawab utama mereka sebagai pelayan publik. Yasonna meminta agar budaya feodal dalam melayani masyarakat ditinggalkan. Saat melakukan peresmian wisuda bagi 310 lulusan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan 295 lulusan Politeknik Imigrasi (Poltekim), Yasonna menekankan bahwa mereka adalah calon pemimpin masa depan, dan harus menjadi contoh yang baik bagi lingkungan sekitar. Bahkan mereka diharapkan dapat memperbaiki kinerja Kemenkumham dan menciptakan warisan yang berarti.
“Para saudara adalah pelayan dan abdi negara, bukan bos negara atau bos rakyat! Tinggalkan budaya feodal dalam pelayanan publik. Para saudara adalah pelayan rakyat. Ingatlah dan laksanakan ini dengan tekun!” tegas Yasonna dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Taruna Poltekip dan Poltekim Angkatan LIV dan Angkatan XXII Tahun 2023.
Sebagai aparatur sipil negara (ASN), para lulusan ini harus bersedia dan siap ditempatkan di mana pun, termasuk daerah terpencil. “Para saudara adalah abdi negara. Saat ini, saudara akan menerima surat keputusan tentang penempatan. Janganlah merasa tak puas. Apabila saudara ditempatkan di daerah yang jauh, itu adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus saudara layani dengan sepenuh hati,” ujar Menkumham di Balai Kartini, Jakarta.
“Perbaiki diri dengan baik. Tidak ada keberhasilan instan, semuanya harus dipelajari melalui pengalaman panjang untuk menjadi seorang pemimpin yang baik,” tutupnya pada hari Rabu (06/12/2023).
Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM (BPSDM), Iwan Kurniawan, menyatakan bahwa prosesi wisuda ini merupakan puncak dari empat tahun kegiatan belajar mengajar di Poltekip dan Poltekim.
“Selama masa pandemi, pembelajaran dilakukan secara virtual atau online. Pelatihan dan pengasuhan dilakukan bekerja sama dengan kantor wilayah dan unit pelaksana teknis pemasyarakatan dan imigrasi,” jelas Iwan.
Ada 310 lulusan dalam Program Diploma IV Poltekip, terdiri dari 96 orang dari Manajemen Pemasyarakatan, 117 orang dari Teknik Pemasyarakatan, dan 97 orang dari Bimbingan Kemasyarakatan. Sedangkan 295 lulusan dalam Program Diploma IV Poltekim terdiri dari 42 orang dari Manajemen Teknologi Keimigrasian, 89 orang dari Administrasi Keimigrasian, dan 164 orang dari Hukum Keimigrasian. (**)
Sumber : Kemenkumham RI















