Program Kadin Kab.Bekasi di Bidang Pertanian Mendorong Partisipasi Industri secara Nyata kepada Masyarakat

Program Kadin Kab.Bekasi di Bidang Pertanian Mendorong Partisipasi Industri secara Nyata kepada Masyarakat
Wakil ketua umum Kabupaten Bekasi bidang Nasep Iskandar menerima penghargaan SMSI 2022.
Wakil ketua umum Kabupaten Bekasi bidang Nasep Iskandar menerima penghargaan SMSI 2022.
Keterengan foto : Wakil ketua umum Kabupaten Bekasi bidang Nasep Iskandar/ Ken  (Kiri) menerima penghargaan SMSI 2022 kategori Tokoh Masyarakat penggerak dan peduli Pertanian

Bekasi – Jabar || Temporatur.com

Setelah dilangsungkannya Rapat Pimpinan (Rapim) Kadin Kabupaten Bekasi pada Kamis, 31 Agustus 2023, di Sunnero Antero Hotel Jababeka Cikarang Kabupaten Bekasi, Wakil Ketua Umum Kadin Kabupaten Bekasi bidang Pertanian, Nasep Iskandar, menekankan pentingnya para pengusaha dan industri untuk fokus pada bidang pertanian.

Nasep Iskandar yang biasa disapa Baba Ken mengatakan bahwa, wilayah Kabupaten Bekasi adalah basis pertanian terutama di wilayah Utara, meskipun demikian. Dia menjelaskan kepada Temporatur.com pada Jumat, 01/09/2023 bahwa saat ini Kabupaten Bekasi, khususnya, sedang dilanda kekeringan secara serempak di beberapa desa di wilayah Kabupaten Bekasi. Dampaknya sangat terasa bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air terutama di bagian Selatan Kabupaten Bekasi.

Selain itu, dampak kekeringan juga sangat dirasakan di sektor pertanian dan ini menjadi persoalan setiap tahun. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi perlu bersama dengan para pemangku kepentingan lainnya, baik industri maupun masyarakat, mencari terobosan dalam mengatasi bencana tahunan ini, kata Ken,Jumat (1/09/2023).

“Kami berharap adanya kebijakan yang pasti dan terukur dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dan para pemangku kepentingan lainnya seperti pelaku industri, pengusaha, lembaga, dan masyarakat untuk bersama-sama mengatasi bencana tahunan ini. Dampak kekeringan ini sangat terasa oleh seluruh lapisan masyarakat Bekasi, terutama petani yang merasakan dampaknya secara krusial.

“Ada potensi kerugian gagal panen berapa ratus hektar, ini bisa jadi isu nasional terakit gagalnya panen akan mengganggu ketahanan pangan Di Jawa Barat khususnya, dan Nasional.Mengingat kab bekasi salah satu sumber penghasil padi terbesar setelah karawang, cetus Ken.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Ken menjelaskan bahwa dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kadin tersebut, terutama di bidang pertanian, dihasilkan program sebagai berikut:

Komite Tetap Pengembang Pertanian mendorong Peraturan Daerah tentang Lembaga Pengelola Batas Wilayah terealisasi. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan hasil produksi pertanian dan perikanan sebagai tuan rumah di daerah mereka sendiri dengan melibatkan sektor industri dan program sosial pemerintahan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberdayakan, membina, dan memfasilitasi para petani agar dapat menjadi lebih profesional dalam menghadapi tantangan dan melihatnya sebagai peluang.

“Mendorong terbentuknya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor pertanian, serta memaksimalkan program kegiatan lembaga Wakil Ketua Umum Kadin Kabupaten Bekasi bidang Pertanian secara efektif, profesional, dan maksimal,” sambung Nasep Iskandar.

“Dan masih ada tiga program lainnya yang dirumuskan oleh Komite Tetap Pengembangan Nelayan, Pengembangan Kemaritiman, Agrobisnis, Konservasi dan Penghijauan, serta oleh Komite Tetap Industri Pertanian, Irigasi Pertanian, dan Sungai,” tandas Baba Ken.

Dengan adanya program-program ini di bidang pertanian, diharapkan akan mendorong partisipasi nyata dari industri dan masyarakat dalam menghadapi tantangan kekeringan dan bencana tahunan yang sering terjadi di Kabupaten Bekasi. Keberhasilan program ini juga akan memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Bekasi secara keseluruhan, tutupnya. (SS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *