Nasional

Hanya Menguntungkan Aplikator dan Pemerintah, Ojol : Pengaturan Aplikator Potongan 8% Buat Sengsara Driver

JAKARTA, TEMPORATUR.COM Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan kondisi orderan yang semakin sepi dalam beberapa waktu terakhir. Situasi tersebut dirasakan hampir di berbagai titik, baik pada jam sibuk maupun di luar jam ramai yang biasanya menjadi waktu produktif para pengemudi. Namun ternyata, potongan saat rush hour justru bisa lebih besar sehingga dianggap merugikan pengemudi. Ketika protes dianggap angin lalu oleh perusahaan dan pemerintah, mereka pun enggan ngebid/onbid alias menyalakan aplikasi. Hal tersebut diungkapkan salah satu driver ojol yang telah menekuni profesi ini selama kurang lebih tujuh tahun, mengungkapkan bahwa penurunan jumlah order dirasakan cukup signifikan di wilayah operasional Tangerang dan sekitarnya. “Sekarang narik seharian belum tentu dapat banyak order, justru ada ikut layanan oprasional khusus gosend malah hampir 3 jam baru dikasih orderan. Kadang nunggu lama, kadang cuma satu-dua paling banyak 4 dalam sehari, itu jg kalo tidak pelayanan semuanya di aktifkan belum tentu oderan masuk. Driver mau yang rating […]

Nasional

Bambang: Tunjangan DPR dan Insiden Polisi Jadi Pemicu Gelombang Unjuk Rasa

Jakarta – Temporatur.com Ketua Lembaga Pengamat Kebijakan dan Kejahatan di Indonesia (LPKKI) DKI Jakarta, Bambang, menilai gelombang unjuk rasa yang terjadi di berbagai daerah dipicu oleh sikap sebagian anggota DPR RI serta sejumlah kebijakan publik yang dianggap tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat. SelanjutnyaKawal Petahana, Ribuan Warga Antar Taufik Mendaftar Kembali di Pilkades WaringinjayaDalam wawancara pada Jumat (29/8/2025) sore, Bambang mengatakan bahwa masyarakat, termasuk para pengemudi ojek online, merasa kecewa dan marah setelah insiden seorang pengemudi bernama Affan Kurniawan (21) tewas akibat dilindas kendaraan taktis Barracuda milik aparat kepolisian. Insiden itu diduga terjadi karena faktor kepanikan saat pengamanan aksi. “Tidak bisa dipungkiri, banyak masyarakat yang tersulut emosi. Namun saya berharap publik dapat menahan diri, karena jika keributan terus berlanjut, ekonomi bisa terganggu. Dampaknya akan meluas ke sektor kebutuhan pokok, kesehatan, pendidikan, hingga distribusi pangan,” ujar Bambang. SelanjutnyaDiiringi Ratusan Simpatisan, Drs. Edi Nurhaidi Resmi Daftar Calon Kepala Desa Sukarukun Periode 2026–2034Menurutnya, pemicu […]

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.