Temporatur | Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina, resmi membubarkan pemerintahan setelah gelombang unjuk rasa besar-besaran yang menewaskan sedikitnya 22 orang. Aksi protes tersebut mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap situasi politik dan sosial di negara kepulauan tersebut. Presiden Madagaskar : Langsung Bubarkan Pemerintahan Akibat Gelombang Rakyat Muda Kritisionis Terhadap Kebijakan Baik Tapi Salah? ini merupakan sebuah ketamakan dari para petinggi pejabat, staf ahli, ataupun semua peraturan di Pemerintah “tak dengarkan lagi aksi-aksi demontrasi terhadap kritik keras – lemah lembut di perform kan untuk bersih-bersih diri pada nilai kesombongan menyudutkan suatu rakyat bersuara. SelanjutnyaLBH Arjuna Bakti Negara Soroti Hilangnya Mobil Dinas Desa Hegarmanah BekasiMeski pemerintahan dibubarkan, Perdana Menteri Christian Ntsay bersama para menteri akan tetap menjalankan tugas sementara hingga Presiden menunjuk pejabat baru. Situasi politik di Madagaskar kini menjadi sorotan internasional, mengingat stabilitas pemerintahan sangat krusial bagi masa depan negara itu. Adapun dari itu tim keredaksian di sejumlah media nasional – internasional publikasi secara serentak […]











