Hantu Laut Di Teluk Jakarta

Jakarta, –  Temporatur.com || Sejarah dipesisir Utara Jakarta yang dikenal dengan “Palagan Cilincing dan Sumpah Setia BKR Laut”, hingga kini masih menggema. Di pesisir utara Jakarta, sekelompok pemuda dengan persenjataan seadanya menghadang kekuatan raksasa Sekutu. Tanpa dukungan kapal perang memadai, BKR Laut menuliskan babak awal sejarah bahari Indonesia dengan darah dan keberanian yang meluap. Matahari baru saja naik sepenggalah di ufuk timur Teluk Jakarta pada pertengahan September 1945. Suasana di pesisir Cilincing yang biasanya tenang oleh aktivitas nelayan, mendadak berubah mencekam. Di garis cakrawala, siluet kapal-kapal perang Sekutu pembawa pasukan British Indian Division mulai terlihat mengepung perairan. Di darat, kabar pendaratan itu sampai ke telinga para pemuda yang tergabung dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut. SelanjutnyaPanitia HPN Bekasi Raya 2026 Serahkan Piagam Penghargaan dan Laporan KegiatanBagi para pelaut muda ini, proklamasi yang dibacakan sebulan sebelumnya bukan sekadar teks di atas kertas, melainkan mandat untuk menjaga setiap jengkal air. Di bawah […]

Peristiwa, Politik, TNI

Horor Dibalik Seruan “Bersiap!

Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak hanya diwarnai dengan diplomasi meja bundar dan pekik merdeka, tetapi juga sebuah fase kelam yang dikenal sebagai “Zaman Bersiap”. Periode singkat namun penuh darah antara September hingga November 1945 ini menjadi trauma mendalam, khususnya bagi warga Belanda dan keturunan Indo-Eropa di tanah air.

Peristiwa

Balita Hanyut di Sungai Lematang Ditemukan Meninggal Dunia di Tanah Abang

PALI – Temporatur.com, Warga Dusun VII Desa Pandan, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah anak laki-laki di bawah Jembatan Sungai Lematang, Jumat (16/1/2026) pagi. Korban diketahui bernama Rafael Mahendra bin Yudi Ertika, balita berusia 3 tahun 6 bulan, warga Dusun III Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim. Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H. menjelaskan, jenazah pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB dalam kondisi mengapung di bawah jembatan Sungai Lematang oleh warga setempat. “Begitu menerima informasi dari Kepala Desa Pandan, kami bersama personel Polsek Tanah Abang langsung mendatangi TKP. Di lokasi benar ditemukan seorang anak laki-laki telah meninggal dunia,” ujar AKP Arzuan. Jenazah kemudian dievakuasi dengan bantuan warga dan dibawa ke Rumah Sakit Pratama Tanah Abang untuk pemeriksaan awal. Setelah itu, pihak keluarga menjemput jenazah untuk dibawa ke rumah duka di Desa Muara Lawai guna proses pemakaman. Berdasarkan keterangan […]

Profil Singkat “Mas Pacul”  Suami Pertama Megawati yang Hilang Misterius?

Sejarah, Temporatur.com – Letnan Satu Penerbang Surindro Supjarso, seorang perwira TNI Angkatan Udara yang dikenal tampan, gagah, berambut jambul, dan akrab disapa “Pacul” oleh teman-temannya, mereka menikah tahun 1968 dan dikaruniai dua putra sebelum Surindro gugur dalam kecelakaan pesawat tahun 1970 di Biak. Surindro Supjarso lahir di Batavia pada tanggal 5 Juli 1943, ayahnya bernama dr. A. Dadi Djokrodipo. Mengikuti pendidikan umum sekolah rakyat dan SMP di Tanjung Karang Lampung, melanjutkan pendidikan di SMA bagian B Cikini Jakarta, lulus tahun 1962. Pada tahun 1963 menjalani pendidikan di Akademi Angkatan Udara dan pada tahun 1967 lulus dari Akademi Angkatan Udara dan dilantik sebagai Letnan Dua Penerbang. Dinas pertamanya di Koops Halim Perdanakusuma, tahun 1968 ditempatkan sebagai anggota Skadron 42 Wing Ops 003 Lanud Iswahjudi dan menjadi penerbang pesawat TU-16 KS BADGER B. SelanjutnyaPanitia HPN Bekasi Raya 2026 Serahkan Piagam Penghargaan dan Laporan KegiatanPesawat TU-16 KS BADGER B adalah pesawat pengebom dengan […]

Suhari alias Aoh Terjerat UU ITE dan Pornografi Segera di Borgol 

JAKARTA, Temporatur.com — Laporan polisi yang diajukan oleh Budi pada 18 September 2018 dengan Nomor: LP/4994/IX/2018/PMJ/Ditreskrimsus diyakini segera memasuki babak baru. Penyidik tengah mempersiapkan pelimpahan tahap dua berupa penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Keyakinan tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Budi. Faomasi Laia, yang menjelaskan bahwa proses pemberkasan perkara telah mendekati final. Dengan demikian, dalam waktu dekat penanganan perkara akan beralih dari tahap penyidikan ke tahap penuntutan. SelanjutnyaPanitia HPN Bekasi Raya 2026 Serahkan Piagam Penghargaan dan Laporan Kegiatan“Dalam perkara ini, Suhari alias Aoh telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik atau media sosial, serta penyebaran konten bermuatan pornografi,” jelas Faomasi Laia kepada wartawan, Sabtu (3/1). “Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan adanya unsur pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku,” lanjut Faomasi Laia SelanjutnyaAlasan Efisiensi Anggaran Jadi ‘Senjata’, Kinerja Humas DPRD Kota Depok […]

Tokoh Pahlawan Dua Wajah Itu Bernama Kahar Muzakkar.

Sejarah, — Temporatur.com || Menelisik lebih jauh Kisah Kahar Muzakkar dari dua sisi yang berbeda. Sang tokoh yang perjalanan hidupnya penuh kontradiksi: dari seorang patriot yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan, kemudian berbalik melawan negara yang pernah dibela dan dijaganya dari tangan penjajah Belanda? Disebuah Desa kecil di Luwu, Sulawesi 1921 lahirlah seorang anak yang di berinama Kahar Muzakkar. Sejak muda ia sudah gelisah, melihat bangsanya dijajah. Saat Proklamasi 1945 menggema, Kahar tak ragu mengangkat senjata. Ia bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat dan memimpin laskar pemuda-pemuda dari Sulawesi di tanah Jawa. Kahar Muzakkar bertempur di hutan, di rawa bahkan di jalan-jalan kecil melawan tentara Belanda. Di mata kawan seperjuangan, ia patriot yang gagah berani. Ia tegas, karismatik dan punya wibawa yang membuat anak buah rela mati di medan perang. Dalam masa-masa itu, Kahar bukan hanya seorang tentara, tapi simbol harapan: pejuang dari Timur yang ikut menjaga berdirinya Republik. SelanjutnyaHUT ke-65 Joko […]

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.