Tragedi Miras Oplosan di Subang 8 Nyawa Melayang, 2 Kritis
Suasana duka mendalam menyelimuti warga Kabupaten Subang menyusul tragedi maut akibat minuman keras (miras) oplosan.
Hingga Rabu (11/02/2026), dilaporkan delapan orang meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam kondisi kritis setelah berpesta miras jenis “gembling”.
Peristiwa memilukan ini bermula pada Minggu malam (08/02). Berdasarkan keterangan Pian, rekan salah satu korban, para korban diketahui berkumpul di sekitar area Atelir untuk mengonsumsi miras yang dicampur dengan serbuk minuman energi.
Tak lama berselang, para korban mulai merasakan efek mematikan. Gejala berupa mual parah, muntah, badan lemas, hingga kehilangan kesadaran dialami secara beruntun oleh para peserta pesta miras tersebut.
Daftar Korban Meninggal Dunia
Dari total delapan korban jiwa, enam orang mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RSUD Subang (Ciereng), yaitu:
1.A.R. (42), warga Karanganyar (Meninggal 11 Feb)
2.T.S.A. (37), warga Karanganyar (Meninggal 11 Feb)
3.A.Z. (43), warga Cigadung (Meninggal 09 Feb)
4.Y.W. (49), warga Karanganyar (Meninggal 11 Feb)
5.A.D.A. (Perempuan, Meninggal 11 Feb)
6.I.B. (40), warga Soklat (Meninggal 10 Feb)
Sementara itu, dua korban lainnya dinyatakan meninggal dunia di RS PTPN Subang:
7. F. (21), meninggal pada Senin (09/02).
8. A.H.M. (54), meninggal pada Selasa (10/02).
Kondisi Korban Kritis
Hingga saat ini, tim medis RSUD Subang masih berupaya keras menyelamatkan dua korban lainnya, yakni D. (46) dan D.C.N. (37), keduanya warga Karanganyar. Keduanya dilaporkan dalam kondisi kritis di ruang IGD dan berada di bawah pengawasan ketat tenaga medis.
Kasus ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat mengenai bahaya fatal mengonsumsi minuman keras oplosan yang mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh.
(Eka)















