Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam industri jurnalistik. Wartawan kini menghadapi tantangan berat dalam menjalankan tugasnya, termasuk persaingan dengan platform digital yang semakin dominan dan penurunan pendapatan dari iklan dan langganan. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperhatikan kesejahteraan wartawan dan mencari solusi untuk membantu mereka beradaptasi dengan perubahan zaman.
Kategori: Opini
Wartawan: Pilar Demokrasi yang Terlupakan?
Di balik gemuruh kemajuan teknologi, wartawan menjadi korban dari sistem yang mereka coba perbaiki. Efisiensi anggaran dan dominasi platform digital membuat mereka dirumahkan atau dipecat, tanpa perlindungan yang layak. Ini bukan hanya masalah ekonomi, tapi juga ancaman bagi demokrasi itu sendiri. Beberapa media besar di Indonesia telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap wartawannya, seperti yang terjadi pada beberapa media cetak dan online yang terpaksa melakukan restrukturisasi untuk bertahan di tengah persaingan yang ketat.
66 Tahun Dekrit Presiden: Sebuah Peta Jalan
Hari ini, 5 Juli 2025, genap 66 tahun peristiwa bersejarah saat Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden untuk kembali ke UUD 1945. Dekrit yang dikeluarkan melalui Keputusan Presiden Nomor 150 Tahun 1959 itu berisi pembubaran Badan Konstituante hasil Pemilu 1955 dan penggantian konstitusi dari UUD Sementara 1950 untuk kembali ke UUD 1945.
Prinsip-Prinsip Pendidikan yang Adil dan Merata: Tidak Ada Pungutan yang Sah di Luar Peraturan Pemerintah
Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara Indonesia, dan pemerintah telah menetapkan “prinsip-prinsip pendidikan yang adil dan merata” untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Salah satu prinsip yang penting adalah tidak adanya pungutan biaya yang tidak sah di sekolah.
Peran Wartawan dan Penghargaan
Di balik layar berita, ada sosok yang bekerja keras untuk memastikan kebenaran dan kesadaran masyarakat. Mereka adalah wartawan, yang sering kali bekerja di balik layar tanpa mencari pengakuan. Dengan keberanian dan keteguhan, mereka berjuang untuk menyampaikan kebenaran, menghadapi tantangan dan kritik dengan integritas.
Ketika Pernyataan Pejabat Menghina Peran Media: Tantangan Bagi Pemerintahan yang Transparan
Dalam era digital yang semakin canggih, peran media sebagai pilar keempat demokrasi menjadi semakin penting. Namun, pernyataan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang dianggap melecehkan peran media telah memicu perdebatan dan kritik dari berbagai pihak. Apakah pernyataan KDM ini merupakan tanda bahwa pemerintah tidak menghargai peran media dalam masyarakat demokratis?
Melindungi Hak-Hak Pekerja Migran Indonesia: Sebuah Kewajiban Pemerintah
Pekerja Migran Indonesia (PMI) telah menjadi tulang punggung ekonomi negara dengan kontribusi signifikan melalui remitansi yang mereka kirimkan ke Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia, remitansi PMI pada tahun 2022 mencapai Rp 132,4 triliun, meningkat 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, di balik kontribusi besar ini, PMI masih menghadapi banyak tantangan dan perlakuan tidak manusiawi
Coretan Bahagia Slalu’
TEMPORATUR – Bahagia Slalu‘ , di hari or bulan or tahun Penutup elase – Jangkrik berdiskusi mengingatkan krik . . . krik . . . lantunan indah temani malam ini saat semua terlelap tertidur, bebaring, terletak nya tubuh semua dalam keadaan, mati sementara (12/6/2025). kemapanan seseorang tak dapat dilihat, atau dirasa atau disentuh begitu diskusi makna dengan sang pencipta alam semesta,(semua akan sirna kembali lagi turun – temurun sesuai kadar-Nya). SelanjutnyaGulali Manis Tapi Lebih Manis Mulut Teman Yang Pandai Merangkai Kata Saja”tutupan bisa dibuat, buka-an bisa dibentuk – apalagi bulatan kecil hingga melingkari mengitari kamu ada disini. wuih… nik’mat terperoleh sampai-sampai tertidur pun pulas dibenak memikirkan “eh, kamu dimana – dengan siapa?” SelanjutnyaPanitia HPN Bekasi Raya 2026 Serahkan Piagam Penghargaan dan Laporan Kegiataninilah konsepsi atensi publik berawal dari mata – turun ke hati – kembali ke tangan, lalu menjurus ke kaki (akankah bisa melangkah atau bisa berlari . . .) pemimpin” […]
Mengguncang Institusi: Masa Jabatan Kapolri di Tengah Pusaran Politik dan Profesionalisme
Dalam hiruk pikuk dunia kepolisian Indonesia, sebuah pertanyaan besar kembali mengemuka: apakah masa jabatan Kapolri yang panjang adalah berkah atau bencana bagi institusi Polri? Di tengah pusaran politik dan profesionalisme yang terus bergulir, polemik ini menyita perhatian publik dan memicu perdebatan sengit. Apakah Kapolri yang menjabat lama akan membawa stabilitas dan kemajuan bagi Polri, ataukah justru terjebak dalam labirin kepentingan politik yang mengancam independensi dan profesionalisme?
Melindungi Wartawan: Jangan Biarkan Mereka Jadi ‘Pahlawan’ yang Terlupakan
Dalam era demokrasi yang katanya “bebas”, kita menemukan paradoks yang menarik. Di satu sisi, kita memiliki Undang-Undang Dasar 1945 yang menjamin kebebasan pers dan hak untuk berkomunikasi. Namun, di sisi lain, wartawan masih menghadapi ancaman, kekerasan, dan intimidasi dalam menjalankan tugasnya.
Mbah Goen : Pasca Kebakaran Pasar Bojongsari, Momentum Pemkab Bekasi Revitalisasi Pasar Tradisional
Mbah Goen : Pasca Kebakaran Pasar Bojongsari, Momentum Pemkab Bekasi Revitalisasi Pasar Tradisional Bekasi – Temporatur.com SelanjutnyaGulali Manis Tapi Lebih Manis Mulut Teman Yang Pandai Merangkai Kata Saja”Kebakaran yang melanda Pasar Bojongsari di Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu, membuka peluang besar bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk melakukan revitalisasi pasar tradisional. Rencana ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi pasar, tetapi juga menata kawasan sekitar agar menjadi lebih teratur dan ramah lingkungan. Gunawan, Ketua Umum LSM Sniper yang akrab disapa Mbah Goen, melihat ini sebagai momentum penting untuk menghadirkan pasar tradisional modern yang bersih, sehat, dan nyaman. SelanjutnyaPanitia HPN Bekasi Raya 2026 Serahkan Piagam Penghargaan dan Laporan Kegiatan“Pasar Bojongsari perlu ditata ulang menjadi wajah baru yang lebih modern, bersih, dan sehat. Selain itu, bangunan liar di sepanjang garis sempadan Sungai Citarum harus ditertibkan. Pedagang kaki lima (PKL) juga perlu diarahkan agar tidak lagi berjualan di badan jalan atau […]
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.























