Breaking News
light_mode
Beranda » Jakarta » Bahlil Lahadalia Bantah Terlibat Isu Penyadapan Prabowo, Siapkan Somasi terhadap Penyebar Tuduhan

Bahlil Lahadalia Bantah Terlibat Isu Penyadapan Prabowo, Siapkan Somasi terhadap Penyebar Tuduhan

  • account_circle Suryo Sudharmo
  • calendar_month 6 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

‎‎JAKARTA — TEMPORATUR.COM

‎‎Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, membantah tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan isu penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan menyatakan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang dinilainya sebagai fitnah.

‎‎Pernyataan tersebut menjadi perhatian publik di tengah berkembangnya isu dugaan penyadapan yang menyeret nama sejumlah pihak di ruang politik nasional.

‎‎Dalam pemberitaan Suara Surabaya Media yang terlihat pada unggahan video tersebut, Bahlil disebut membantah tuduhan keterlibatan dan berencana melayangkan somasi kepada penyebar isu.

‎‎Bahlil Beri Tenggat 3 x 24 Jam

‎‎Bahlil menyampaikan bantahan tersebut saat menghadiri pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Maluku di Ambon, Sabtu (7/11/2026).

‎‎Ia menegaskan tidak pernah mengikuti pertemuan sebagaimana disebutkan dalam narasi yang beredar, termasuk pertemuan yang dikaitkan dengan dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam penyadapan terhadap Presiden Prabowo.

‎‎Bahlil justru mengaku dirinya juga menjadi korban penyadapan.

‎Bagaimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan, sementara saya juga disadap?” ujar Bahlil dalam keterangannya.

‎‎Ia meminta pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut segera memberikan klarifikasi dan membuktikan informasi yang disampaikan kepada publik.

‎‎Bahkan, Bahlil memberikan tenggat waktu 3 x 24 jam kepada pihak yang mencatut namanya untuk melakukan klarifikasi. Apabila tidak dilakukan, ia menyatakan siap menempuh jalur hukum melalui somasi.

‎‎Minta Aparat Usut Tuntas

‎‎Selain membantah tuduhan, Bahlil meminta aparat kepolisian mengusut secara menyeluruh dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo dan pihak-pihak lainnya.

‎‎Menurutnya, persoalan tersebut harus dibuka secara terang agar tidak berkembang menjadi spekulasi dan kegaduhan politik.

‎‎Bahlil juga menegaskan bahwa Partai Golkar mendukung langkah aparat penegak hukum dalam mengungkap perkara tersebut.

‎‎Ia menilai penyebaran informasi tanpa bukti dapat menciptakan persepsi yang keliru di tengah masyarakat dan berpotensi mengganggu konsolidasi politik.

‎‎ Isu Penyadapan Jadi Perhatian Publik

‎‎Sebelumnya, isu dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto menjadi perbincangan setelah muncul berbagai narasi di media sosial yang mengaitkan sejumlah tokoh politik dengan perkara tersebut.

‎‎Nama Bahlil kemudian ikut disebut dalam spekulasi mengenai dugaan pertemuan sejumlah pimpinan partai politik dengan pihak-pihak yang dikaitkan dengan kasus penyadapan.

‎Namun, Bahlil secara tegas membantah keterlibatannya dan meminta agar tuduhan tersebut tidak disebarluaskan tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

‎‎Hingga saat ini, bantahan Bahlil merupakan pernyataan dari pihak yang bersangkutan. Kebenaran tuduhan yang beredar maupun pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyadapan tetap perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penegakan hukum.

‎‎TEMPORATUR.COM menegaskan bahwa asas praduga tak bersalah harus tetap dikedepankan. Setiap tuduhan harus didasarkan pada fakta dan bukti, bukan sekadar spekulasi di ruang publik.

‎

‎(RED)

‎‎Sumber : ANTARA

 

  • Penulis: Suryo Sudharmo
  • Editor: Tempratur.com
  • Sumber: ANTARA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less