KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Seluruh Penumpang dan Awak Kapal Dievakuasi
- account_circle Suryo
- calendar_month 45 menit yang lalu
- print Cetak

Keterangan foto : Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batu Mandi mengalami kebakaran di perairan Selat Sunda, tepatnya di sekitar Pulau Merak Kecil, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Seluruh Penumpang dan Awak Kapal Dievakuasi
CILEGON — TEMPORATUR.COM
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batu Mandi mengalami kebakaran di perairan Selat Sunda, tepatnya di sekitar Pulau Merak Kecil, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore.
Insiden tersebut terjadi saat kapal yang melayani rute Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak, Banten, tengah mendekati dermaga tujuan. Peristiwa ini memicu upaya penanganan dan evakuasi oleh petugas gabungan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan PT ASDP Indonesia Ferry, seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi. Petugas dari unsur pelabuhan, Basarnas, dan kepolisian turut dikerahkan untuk menangani insiden tersebut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Banten, Kombes Pol. Maruli Ahiles, sebelumnya menyampaikan bahwa kebakaran terjadi di perairan belakang Pulau Merak Kecil. Pada tahap awal penanganan, petugas masih melakukan pendataan terkait jumlah korban serta penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian.
Informasi awal menyebutkan, kapal bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB. Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat percikan api di bagian buritan kapal, tepatnya di dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil.
Tim gabungan kemudian melakukan penanganan di lokasi, termasuk upaya pemadaman dan pengamanan penumpang. Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian terhadap pentingnya kesiapsiagaan keselamatan pelayaran, terutama dalam proses penyeberangan antarpulau yang melibatkan penumpang dan kendaraan.
Hingga informasi ini dihimpun, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui sumber api serta memastikan kondisi kapal setelah insiden.
(SUR)
Sumber: Keterangan Polda Banten dan PT ASDP Indonesia Ferry, serta laporan media pada 20 Oktober 2026.
- Penulis: Suryo
- Editor: Redaksi
- Sumber: https://temporatur.com/


Saat ini belum ada komentar