Plt Bupati Bekasi Lantik 18 Anggota TP2D 2026, Rahmatullah M.Pd Masuk Jajaran Tim
- account_circle Suryo
- calendar_month 36 menit yang lalu
- print Cetak

Keterangan foto: Plt Bupati Bekasi Lantik 18 Anggota TP2D 2026, Rahmatullah M.Pd Masuk Jajaran Tim
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Plt Bupati Bekasi Lantik 18 Anggota TP2D 2026, Rahmatullah M.Pd Masuk Jajaran Tim
BEKASI — TEMPORATUR.COM
Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi membentuk Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Tahun 2026 dengan melibatkan 18 tokoh dari berbagai latar belakang profesional, akademisi, dan masyarakat. Salah satu yang dilantik sebagai anggota tim tersebut adalah Rahmatullah, M.Pd., aktivis yang selama ini dikenal melalui kiprahnya dalam advokasi pendidikan dan tenaga honorer.
Pelantikan berlangsung di Ruang Rapat KH. Noer Ali, Gedung Bupati Bekasi lantai 4, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jumat (16/10/2026).
Pembentukan TP2D diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan daerah sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, dalam arahannya menegaskan bahwa TP2D dibentuk bukan untuk menambah panjang jalur birokrasi, melainkan memperkuat koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan program pembangunan berjalan lebih efektif.
Ia meminta seluruh anggota tim aktif menyerap aspirasi masyarakat, mengidentifikasi kendala pelaksanaan program di lapangan, serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara terukur.
“Laksanakan monitoring dan evaluasi secara aktif dan terukur. Jadilah telinga dan mata pemerintah dalam menyerap aspirasi serta pengaduan masyarakat,” ujar Asep di hadapan para anggota TP2D yang dilantik.
Asep juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah agar menjadikan TP2D sebagai mitra strategis dalam mengawal pelaksanaan program pembangunan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memastikan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berorientasi pada hasil yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan terbentuknya TP2D, para anggota diharapkan segera menyusun langkah strategis dan rekomendasi kebijakan berdasarkan kebutuhan daerah, sehingga program pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan tepat sasaran.
Rahmatullah Aktivis 98 yang fokus pada Advikosi Pendidikan
Masuknya Rahmatullah, M.Pd., ke dalam jajaran TP2D Kabupaten Bekasi menjadi bagian dari keterlibatan tokoh masyarakat dengan pengalaman organisasi dan advokasi di bidang pendidikan.
Rahmatullah memiliki rekam jejak dalam gerakan mahasiswa sejak akhir 1990-an. Pada 1997–1998, ia menjabat sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas Islam Attahiriyah. Setahun kemudian, ia tercatat sebagai anggota Presidium Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ).
Pada 1999, Rahmatullah juga pernah menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Sementara pada 2008–2009, ia berkiprah sebagai penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bekasi.
Dalam perjalanan organisasinya, Rahmatullah turut mendirikan sejumlah wadah perjuangan dan advokasi, di antaranya Komite Guru Bekasi (KGB), Forum Pembela Honorer Indonesia (FPHI), serta Komite Pendidik dan Tenaga Kependidikan (KOMPETEN).
Ia juga mendirikan Komite Aksi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Sosial (KAMMPUS), organisasi nonpemerintah yang berfokus pada advokasi guru dan tenaga kependidikan.
Pernah Advokasi 9.300 Tenaga Honorer
Salah satu kiprah Rahmatullah yang tercatat dalam perjalanan advokasinya adalah perjuangan melalui FPHI terkait status penugasan tenaga honorer di Kabupaten Bekasi.
Pada 2018, upaya advokasi tersebut disebut turut mendorong penerbitan surat keputusan penugasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi bagi sekitar 9.300 orang yang sebelumnya hanya memiliki Surat Keterangan Kegiatan Belajar Mengajar (SK KBM).
Selain itu, melalui KOMPETEN, Rahmatullah menginisiasi berbagai usulan kebijakan kepegawaian yang berkaitan dengan tenaga pendidik dan kependidikan. Di antaranya, dorongan terhadap peningkatan status kepegawaian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), peralihan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu, serta perjuangan kepastian status bagi tenaga pendidik dan kependidikan.
Pengalaman tersebut menjadi latar belakang kiprahnya dalam isu pendidikan, ketenagakerjaan, dan pelayanan publik.
Dengan bergabungnya Rahmatullah dalam TP2D Kabupaten Bekasi Tahun 2026, masyarakat diharapkan dapat memperoleh ruang aspirasi yang lebih luas, khususnya terkait persoalan pendidikan dan tenaga kependidikan.
Namun, efektivitas tim tersebut pada akhirnya akan terlihat dari pelaksanaan tugas, kualitas rekomendasi kebijakan, serta dampak nyata program pembangunan yang dirasakan masyarakat Kabupaten Bekasi.
(Sur)
- Penulis: Suryo
- Editor: Sudarmo
- Sumber: https://temporatur.com/



Saat ini belum ada komentar