Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Dulu ESA, Sekarang ASA: Estafet Kepemimpinan dr. Asep Surya Atmaja Menuju Bupati Definitif Bekasi

Dulu ESA, Sekarang ASA: Estafet Kepemimpinan dr. Asep Surya Atmaja Menuju Bupati Definitif Bekasi

  • account_circle Suryo
  • calendar_month 33 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dulu ESA, Sekarang ASA: Estafet Kepemimpinan dr. Asep Surya Atmaja Menuju Bupati Definitif Bekasi

BEKASI – TEMPORATUR.COM

Dinamika politik dan sejarah kepemimpinan di Kabupaten Bekasi kembali memasuki babak baru yang sarat akan makna kontinuitas. DPRD Kabupaten Bekasi secara resmi menggelar rapat paripurna pengusulan Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja untuk diangkat menjadi bupati definitif sisa masa jabatan berjalan, Jumat (16/10/2026).

Proses administrasi ketatanegaraan yang kini bergulir ke Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tersebut memicu ruang refleksi mendalam di tengah masyarakat. Momentum ini dinilai bukan sekadar pergantian legalitas formal birokrasi, melainkan sebuah estafet nilai dan harapan yang mengalir dari masa lalu ke masa depan.

Perjalanan ini tidak terlepas dari memori kolektif publik terhadap sosok mendiang Eka Supria Atmaja, mantan Bupati Bekasi sekaligus kakak kandung dr. Asep Surya Atmaja.

Eka berpulang pada 11 Juli 2021 saat mengemban tugas di tengah badai pandemi COVID-19. Kepergiannya meninggalkan jejak kultural dan sosial yang mendalam, salah satunya melalui wadah gerakan kemasyarakatan bernama Esa Asa Kita.

Komunitas yang kala itu dinakhodai tokoh pemuda Ano Susanto, S.T. tersebut bergerak aktif di luar jalur birokrasi. Dengan filosofi Esa (kesatuan), Asa (harapan), dan Kita (kebersamaan), gerakan ini berfokus pada aksi kemanusiaan seperti penanggulangan banjir dan pendampingan warga, sekaligus menjadi jangkar dukungan politik bagi kiprah Eka dan Asep yang kala itu masih duduk di kursi parlemen daerah.

Ketika takdir menghentikan langkah perjuangan Eka pada 2021, sejarah rupanya tidak ikut berhenti. Kini, kehadiran dr. Asep Surya Atmaja di puncak pimpinan eksekutif menghidupkan kembali narasi simbolis di kalangan warga.

“Dulu ESA, Sekarang ASA.”

Ungkapan tersebut menggambarkan transisi melankolis sekaligus optimistis. ESA mewakili penghormatan atas fondasi dan kenangan yang ditinggalkan almarhum Eka Supria Atmaja. Sementara ASA menjadi representasi dari Asep Surya Atmaja yang kini memegang kemudi untuk menjawab tantangan zaman yang baru.

Namun, di tengah bergulirnya babak kepemimpinan ini, publik diingatkan bahwa esensi terbesar dari sebuah kekuasaan bukanlah romantisasi nama besar atau jaringan sosial yang terbentuk.

Ujian sesungguhnya bagi ASA adalah bagaimana merawat nilai gotong royong, menjaga kepekaan terhadap jeritan warga, serta tetap membuka ruang bagi kritik yang sehat demi kemajuan Kabupaten Bekasi.

Zaman boleh berganti dan pemegang jabatan bisa berganti. Namun, satu harapan bersama yang pernah dititipkan masyarakat Kabupaten Bekasi akan tetap hidup jika diwujudkan secara nyata dalam sisa pengabdian ke depan.

(SUR)

(Dikutip berdasarkan catatan Heru Budian Timor, 16 Oktober 2026)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less