Berani Sebut Hoax, Berani Buktikan, Keterangan Kadis Dinkes Kota Depok Soal Susu MBG Dipertanyakan dan Orang Tua Tak Akan Diam
- account_circle Redaksi
- calendar_month 34 menit yang lalu
- print Cetak

Dok.Ist/Orang Tua Murid dan DPRD Kota Depok
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DEPOK, TEMPORATUR.COM
Polemik dugaan pemberian susu basi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Al-Farabi, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, memasuki babak baru setelah muncul pemberitaan yang menyebut dugaan keracunan tersebut sebagai hoaks.
Pemberitaan itu menuai sorotan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Maryori, disebut menyatakan tidak mengetahui arah pemberitaan tersebut dan menegaskan dirinya tidak pernah menyampaikan bahwa kasus itu hoaks kepada wartawan, pernyataan tersebut disampaikan kepada orang tua murid melalui telepon WhatsApp Selasa, (13/10/26).
Sebelumnya, persoalan susu yang diduga bermasalah dari SPPG Bojong Pondok Terong 4 telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Depok pada 9 Oktober 2026. Rapat tersebut dihadiri Komisi D DPRD, pihak SPPG, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Korwil BGN, serta pihak terkait lainnya.
Ketiadaan laporan medis tidak serta-merta menjawab seluruh pertanyaan mengenai kondisi susu yang dipersoalkan. Begitu pula pernyataan bahwa susu belum kedaluwarsa perlu dibedakan dari kepastian kelayakan produk saat dibagikan.
Publik berhak memperoleh penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan, fakta lapangan, dan keterangan seluruh pihak. Jangan buru-buru melabeli hoaks sebelum duduk persoalan dibuka secara terang dan dapat dipertanggung jawabkan.
Keselamatan siswa harus menjadi prioritas, sementara media wajib menjaga akurasi dan keberimbangan dalam menyampaikan informasi.
Menanggapi hal tersebut Wali murid Hari mengatakan bahwa klarifikasi dari mulut ke mulut via pesan singkat tidak akan pernah menyelesaikan ketakutan publik. Hari menegaskan, jika pemerintah Kota Depok bersikeras tidak ada masalah, mereka harus berani menghadapi langsung komite sekolah dan memaparkan bukti otentik investigasi lapangan, alih-alih melempar opini liar yang menyudutkan wali murid sebagai penyebar kepanikan.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Redaksi
- Sumber: https://temporatur.com/


Saat ini belum ada komentar