Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Desa » Dulu Dikeluhkan, Kini Dicor Ulang,Warga Simpang 5 Tambun Selatan Berharap Jalan Tak Rusak Lagi

Dulu Dikeluhkan, Kini Dicor Ulang,Warga Simpang 5 Tambun Selatan Berharap Jalan Tak Rusak Lagi

  • account_circle Zah
  • calendar_month 51 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dulu Dikeluhkan, Kini Dicor Ulang! Warga Simpang 5 Tambun Selatan Berharap Jalan Tak Rusak Lagi

TAMBUN SELATAN, BEKASI — TEMPORATUR.COM 

Setelah lama dikeluhkan warga, ruas jalan di kawasan Simpang 5, Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, kini mulai dibongkar untuk dilakukan rekonstruksi dengan beton.

Pekerjaan tersebut mulai berlangsung pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Selama proses pengerjaan, ruas Jalan KH. Mas’ud ditutup total bagi kendaraan roda empat atau lebih selama kurang lebih dua pekan.

Perbaikan jalan tersebut disambut baik masyarakat. Namun, warga berharap pekerjaan kali ini tidak kembali berujung pada kerusakan dalam waktu singkat.

“Alhamdulillah, akhirnya suara kita didengar juga. Harapan ke depannya, semoga jangan sampai rusak lagi,” ujar Mahanani (17), salah seorang pelajar SMA setempat.

Ruas Jalan yang Terdampak Penutupan

Berdasarkan pengumuman yang disiarkan melalui akun Instagram @wargatambun.co, penutupan total bagi kendaraan roda empat mencakup ruas Jalan KH. Mas’ud (Simpang 5) hingga jalur Tambun–Cimuning.

Titik penyekatan dimulai dari depan gerbang RS Mitra Keluarga Grand Wisata hingga Jembatan Legenda.

Sementara kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas melalui jalur alternatif Gang Salam. Adapun kendaraan dari arah Kompas dialihkan dengan berbelok ke kiri menuju Desa Tridaya dan kawasan Taman Puri Cendana.

Pantauan di lokasi pada Rabu sore sekitar pukul 16.30 WIB menunjukkan antrean kendaraan roda empat terjadi di pertigaan Trias akibat penutupan jalur.

Di sisi lain, kendaraan roda dua terlihat memadati Gang Salam. Kepadatan terutama terjadi di mulut gang yang menjadi salah satu akses alternatif bagi pengendara sepeda motor.

Di titik penyekatan utama, petugas terlihat memasang barikade besi untuk membatasi akses kendaraan sekaligus mengarahkan mobil agar berputar balik.

“Mobil dari arah KH. Mas’ud terpaksa antre panjang untuk putar balik karena jalan ditutup menggunakan pembatas besi. Akibatnya, pemotor langsung masuk Gang Salam sampai jalan alternatif itu mengalami kemacetan,” kata Ridwan (41), warga sekitar.

Berkali-kali Diperbaiki Secara Swadaya

Kerusakan jalan di kawasan tersebut bukan persoalan baru. Media Sinar Surya News pada 17 Desember 2025 sebelumnya memberitakan kerusakan berulang di ruas jalan yang sama, yang disebut diperparah oleh genangan air sehingga menyebabkan permukaan aspal cepat rusak.

Keluhan serupa juga sempat muncul dalam laporan warga di Kompasiana pada 3 Mei 2026. Dalam laporan tersebut, kondisi lubang di kawasan Simpang Lima disebut mengganggu aktivitas pengguna jalan dan membahayakan pengendara sepeda motor.

Menurut warga, sebelum adanya proyek rekonstruksi ini, jalan tersebut telah beberapa kali diperbaiki secara swadaya.

Warga bersama sejumlah pemilik toko setempat bahkan sempat bergotong royong melakukan penambalan sebanyak tiga kali menggunakan dana patungan sukarela untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga akses jalan tetap dapat digunakan.

Ruas jalan yang membentang dari kawasan Perumahan Kompas, Desa Mekarsari, kemudian Simpang Lima Desa Tridayasakti hingga Pangkalan Cepe, Desa Sumberjaya, sebelumnya juga sempat mendapat perhatian tokoh masyarakat Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat berkunjung ke wilayah tersebut.

Kini, rekonstruksi jalan secara permanen oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai dilaksanakan.

Penutupan Berdampak pada Aktivitas Usaha

Penutupan jalan sepanjang sekitar 500 meter tersebut turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat, terutama pelaku usaha yang berada di sepanjang ruas jalan.

Sejumlah pedagang mengaku mengalami penurunan jumlah pembeli karena akses kendaraan roda empat ditutup dan arus kendaraan roda dua dialihkan ke jalur alternatif.

“Semenjak jalan ditutup total dengan pembatas besi, warung kebab saya sepi. Mobil sama sekali tidak bisa lewat dan motor banyak yang masuk ke Gang Salam. Biasanya jam pulang kerja ramai pembeli, sekarang omzet turun lebih dari setengahnya,” ujar Irwan, salah seorang pedagang kebab di sekitar lokasi.

Warga Berharap Konstruksi Lebih Kokoh

Warga menduga genangan air saat hujan menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan permukaan jalan. Karena itu, masyarakat berharap rekonstruksi kali ini tidak hanya memperbaiki permukaan, tetapi juga memperkuat struktur jalan secara keseluruhan.

Pantauan di lokasi menunjukkan pekerja tengah melakukan pengeboran di sisi timur dan barat jalan sebagai bagian dari pekerjaan persiapan struktur dan bekisting beton.

Satu unit alat berat dikerahkan untuk mendukung proses pengeboran dan pekerjaan konstruksi.

Meski sepeda motor masih diperbolehkan melintas, pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan karena aktivitas pembongkaran dan pengeboran dapat menyebabkan material atau bongkahan aspal berada di sekitar badan jalan.

Pengendara dari arah Pangkalan Cepe maupun Kompas juga disarankan mempertimbangkan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan.

Menunggu Penjelasan Teknis dari Pemkab Bekasi

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDAMBMBK) Kabupaten Bekasi belum memberikan tanggapan resmi atas konfirmasi yang dilakukan pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Konfirmasi tersebut berkaitan dengan spesifikasi teknis pekerjaan, termasuk konstruksi jalan dan masa garansi proyek.

Sementara itu, berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan dilaksanakan oleh CV Sinar Makmur dengan target penyelesaian rekonstruksi jalan beton selama 14 hari kalender sejak dimulainya pembongkaran.

Dua Pekan Menentukan

Dua pekan ke depan menjadi masa penting bagi pengguna jalan di kawasan Tambun Selatan. Pengendara diharapkan mematuhi pengalihan arus dan mengatur perjalanan lebih awal untuk menghindari kemacetan.

Di sisi lain, pelaksana pekerjaan diharapkan dapat menyelesaikan proyek sesuai jadwal serta menjaga kualitas konstruksi agar jalan yang telah lama dikeluhkan warga tidak kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

Jika pekerjaan berjalan sesuai harapan, kawasan Simpang 5 diharapkan dapat berubah dari titik keluhan menjadi contoh penanganan infrastruktur yang benar-benar tuntas, bukan sekadar perbaikan sementara.

Suara warga telah disampaikan. Kini, kualitas pekerjaan dan pengawasan menjadi kunci agar jalan tersebut dapat bertahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Penulis : Zah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less