Turunkan Anak Zero Dose, Pemkot Bandung Gelar Imunisasi Kejar Sepanjang Oktober
- account_circle Suryo Sudharmo
- calendar_month 23 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEMPORATUR.COM
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengakselerasi upaya penurunan jumlah anak zero dose atau anak yang belum mendapatkan imunisasi melalui pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar (BIK) sepanjang Oktober 2026.
Program imunisasi kejar tersebut dilaksanakan serentak mulai 1 hingga 31 Oktober 2026, menjadi bagian dari upaya mencapai target program imunisasi tahun 2026 sekaligus memberikan perlindungan optimal kepada anak dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam mengatakan, percepatan imunisasi diperlukan untuk meningkatkan cakupan imunisasi, khususnya bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi maupun yang status imunisasinya belum lengkap.
Dalam rangka mencapai target program imunisasi tahun 2026 yaitu menurunkan jumlah anak zero dose, anak yang belum diimunisasi serta memberikan perlindungan optimal bagi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I,” ujar Sony di Balai Kota Bandung, Senin 5 Oktober 2026.
Menurut Sony, kegiatan imunisasi kejar pada momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2026 dilaksanakan dengan periode yang lebih panjang. Jika sebelumnya kegiatan Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) dilaksanakan selama satu pekan, pada momentum HKN tahun ini pelaksanaannya diperluas menjadi satu bulan penuh di seluruh Indonesia.
Perpanjangan periode tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan imunisasi serta meningkatkan cakupan imunisasi lengkap pada anak.
Di Kota Bandung, sasaran utama BIK adalah bayi berusia 0–11 bulan dan anak bawah dua tahun (baduta) usia 12–23 bulan yang belum pernah mendapatkan imunisasi atau memiliki status imunisasi yang belum lengkap sesuai jadwal imunisasi program.
Dalam pelaksanaannya, Dinkes memprioritaskan pemberian imunisasi DPT-HB-Hib atau heksavalen dosis pertama. Meski demikian, anak yang memiliki imunisasi rutin lain yang tertinggal tetap akan diberikan imunisasi sesuai ketentuan jadwal imunisasi program.
Untuk menemukan sasaran secara lebih optimal, Dinkes Kota Bandung melakukan penjangkauan aktif melalui pelacakan bersama puskesmas di masing-masing wilayah. Hal ini dilakukan agar anak yang belum memperoleh imunisasi dapat teridentifikasi dan mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhannya.
Penemuan dan penjangkauan sasaran secara aktif melalui pelacakan bekerja sama dengan puskesmas wilayah, kata Sony.
Upaya tersebut diperkuat melalui koordinasi dengan berbagai unsur kewilayahan dan masyarakat. Di antaranya UPTD Puskesmas, camat, lurah, TP PKK kecamatan maupun kelurahan, kader kesehatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), PLKB, tokoh agama, tokoh masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan di wilayah.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk menggerakkan masyarakat agar membawa anak yang menjadi sasaran imunisasi ke pos pelayanan imunisasi.
Selain penjangkauan secara aktif, Dinkes juga mendorong mobilisasi masyarakat dengan melibatkan lintas program dan lintas sektor. Pelayanan imunisasi turut dioptimalkan melalui Posyandu, pos imunisasi tambahan, Puskesmas Pembantu, serta berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama milik pemerintah maupun swasta.
Dinkes juga memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai pentingnya imunisasi kejar. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi yang dekat dengan masyarakat, termasuk media sosial, spanduk, grup WhatsApp RT/RW serta siaran keliling di masing-masing wilayah.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal, Dinkes Kota Bandung melalui Bidang P2P Tim Surveilans dan Imunisasi melakukan pemantauan secara harian terhadap capaian imunisasi di setiap puskesmas.
Pemantauan tersebut juga disertai koordinasi teknis dan evaluasi secara berkala selama pelaksanaan imunisasi kejar sepanjang Oktober 2026.
Sumber : Diskominfo Kota Bandung
( Andi S )
- Penulis: Suryo Sudharmo
- Sumber: Kominfo Bandung



Saat ini belum ada komentar