Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » 7×24 Jam, Mahamuda Tantang Bongkar Akun “Bekasi Masih Kusut”, Abah Ewwy Tambah Rp 500 Ribu

7×24 Jam, Mahamuda Tantang Bongkar Akun “Bekasi Masih Kusut”, Abah Ewwy Tambah Rp 500 Ribu

  • account_circle Suryo
  • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

7×24 Jam, Mahamuda Tantang Bongkar Akun “Bekasi Masih Kusut”, Abah Ewwy Tambah Rp 500 Ribu

BEKASI — TEMPORATUR.COM

Sayembara untuk mengungkap pengelola akun TikTok “Bekasi Masih Kusut” atau “Bekasi Makin Kusut” kembali memanas.

Setelah Mahamuda Bekasi menyiapkan hadiah USD 3.000 atau sekitar Rp50 juta lebih, kini Abah Ewwy, Wakil Ketua PWI Bekasi Raya, wartawan METRONESIA.ID yang namanya ikut terseret dalam tudingan sebagai salah satu admin akun tersebut, turut menambahkan Rp500 ribu ke dalam sayembara.

Tambahan tersebut sekaligus menjadi bentuk keterbukaan Abah Ewwy terhadap proses pembuktian. Ia mempersilakan siapa pun yang memiliki bukti terkait tudingan bahwa dirinya merupakan admin atau pengelola akun “Bekasi Masih Kusut” untuk menyampaikannya melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, polemik yang selama ini berkembang di ruang publik tidak semestinya berhenti pada tuduhan dan spekulasi.
Kalau benar, buktikan. Kalau tidak benar, jangan jadikan tudingan sebagai fakta.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Mahamuda Bekasi, Jaelani Nurseha, menyatakan pihaknya menyiapkan hadiah USD 3.000 bagi siapa pun yang memberikan informasi yang terbukti membantu aparat kepolisian mengungkap pengelola akun tersebut hingga perkara masuk proses hukum dan menetapkan tersangka.

“Ini serius. Kami siapkan USD 3.000 atau setara Rp50 juta lebih. Siapa yang memiliki informasi dan bisa mengungkap pengelola akun Bekasi Masih Kusut, silakan sampaikan. Termasuk kalau ada yang menuding Mahamuda berada di belakang akun tersebut, silakan buktikan,” tegas Jaelani.

Nama Abah Ewwy ikut muncul dalam polemik tersebut setelah beredar tudingan bahwa dirinya merupakan salah satu admin akun “Bekasi Masih Kusut”.
Namun, tudingan tersebut belum dapat disebut sebagai fakta hukum sepanjang belum didukung bukti yang dapat diverifikasi dan belum ada penetapan dari aparat penegak hukum.

Karena itu, tambahan Rp500 ribu dari Abah Ewwy dapat dibaca sebagai tantangan terbuka: bila memang ada bukti yang menunjukkan dirinya sebagai pengelola akun tersebut, silakan dibawa ke jalur yang dapat diuji.
Abah Ewwy tidak ingin identitas pengelola akun ditentukan melalui asumsi, potongan tangkapan layar, maupun tudingan di media sosial.
Buktikan secara hukum.
Total Sayembara Kini Bertambah
Dengan tambahan tersebut, nilai hadiah yang ditawarkan menjadi USD 3.000 ditambah Rp500 ribu.
Masyarakat yang memiliki informasi diminta tidak sekadar menyebut nama seseorang. Informasi harus memiliki nilai pembuktian dan dapat membantu aparat mengungkap identitas pengelola akun.

Mahamuda juga menyatakan akan meneruskan informasi kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan prosedur hukum.
Nomor yang disediakan Mahamuda Bekasi:
0811-335-538
Batas waktu yang disebutkan Mahamuda adalah 7×24 jam.

Sayembara tersebut akhirnya mengubah pertanyaan dari sekadar “siapa di balik akun Bekasi Masih Kusut?” menjadi pertanyaan yang jauh lebih konkret:
Siapa yang memiliki bukti?
Sebab, jika tudingan terhadap Abah Ewwy benar, bukti semestinya dapat diuji aparat.

Sebaliknya, jika tidak ada bukti, tudingan tersebut tidak seharusnya dinaikkan statusnya menjadi fakta.
Polemik ini pada akhirnya bukan soal siapa yang paling keras berbicara di media sosial.
Ini soal siapa yang berani membawa bukti. 7×24 jam. USD 3.000 + Rp500 ribu.

Kini publik tinggal menunggu: apakah tantangan tersebut akan menghasilkan bukti konkret, atau kembali berakhir sebagai perang tudingan di ruang digital?

(SS/Red)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less