Beton Hancur Jadi Kepingan Tajam, Jalan Perbatasan Sukawijaya–Sukamantri Tiga Tahun Dibiarkan Menjadi Jalur Maut

Beton Hancur Jadi Kepingan Tajam, Jalan Perbatasan Sukawijaya–Sukamantri Tiga Tahun Dibiarkan Menjadi Jalur Maut
Keterangan foto : Beton Hancur Jadi Kepingan Tajam, Jalan Perbatasan Sukawijaya–Sukamantri Tiga Tahun Dibiarkan Menjadi Jalur Maut investigasi media Senin 29/6/2026

Beton Hancur Jadi Kepingan Tajam, Jalan Perbatasan Sukawijaya–Sukamantri Tiga Tahun Dibiarkan Menjadi Jalur Maut

BEKASI — Temporatur.com

Akses jalan lingkungan yang menghubungkan Desa Sukawijaya dan Desa Sukamantri di Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, kini berubah menjadi jalur perlintasan yang mengancam nyawa pengendara.

Sudah hampir tiga tahun lamanya, infrastruktur vital ini dibiarkan hancur berantakan tanpa ada menyentuh perbaikan dari pemerintah daerah.

Pantauan media di lokasi menunjukkan lapisan beton jalan telah pecah menjadi kepingan-kepingan tajam yang mencuat ke permukaan.

Cekungan sedalam puluhan sentimeter tersebar rapat di sepanjang ruas jalan, menciptakan jebakan maut bagi siapa saja yang melintas.

Bacaan Lainnya

Kondisi lubang yang lebar dan dalam kerap membuat roda sepeda motor terperosok hingga terjepit di sela reruntuhan beton.

“Hanya mereka yang sudah terbiasa dan hafal seluk-beluk jalan ini yang berani lewat. Kalau bukan pengemudi yang mahir, pasti jatuh atau rusak kendaraannya,” ujar salah seorang warga setempat sembari menunjuk permukaan jalan yang bergelombang tak beraturan, Senin (29/6/2026).

Akibat kerusakan parah ini, mobilitas warga lumpuh dan melambat ekstrem.

Pengendara terpaksa berkendara dengan sangat pelan, melakukan manuver zigzag yang berbahaya, bahkan turun untuk mendorong motor mereka demi menghindari kecelakaan.

Area perbatasan ini kini lebih menyerupai tumpukan batu keras dan tanah yang tergerus erosi ketimbang fasilitas jalan publik.Meski warga mengaku telah berulang kali melayangkan keluhan dan protes resmi, hingga saat ini belum ada respons maupun tanda-tanda peninjauan dari instansi terkait.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera turun ke lapangan dan memasukkan pemugaran ruas jalan ini ke dalam program prioritas utama, sebelum memakan lebih banyak korban jiwa.

(M2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *